Pekan Depan Rupiah Diproyeksikan Rp11.850-Rp11.920/USD
Sabtu, 05 Juli 2014 - 13:30 WIB
Pekan Depan Rupiah Diproyeksikan Rp11.850-Rp11.920/USD
A
A
A
JAKARTA - Pengamat pasar uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri mengatakan, pekan depan nilai tukar rupiah terhadap dolar akan berada pada kisaran Rp11.850 hingga Rp11.920 per dolar AS (USD).
"Kalau pekan depan kalau dari faktor technical kisarannya rupiah di kisaran Rp11.850-Rp11.920. Kalau kita lihat dalam kondisi normal ya," ujar dia kepada Sindonews, Sabtu (5/7/2014).
Namun, lanjut Reny, pekan depan akan ada momen Pemilihan Umum (Pemilu) yang memang ditunggu-tunggu oleh para investor. Menurutnya, apapun hasil Pemilu akan memberikan indikasi terhadap pergerakan rupiah pekan depan.
"Ini momen penting. Kalau kita lihat kalau hasilnya adalah pasangan yang pro market ini akan terjadi penguatan lanjutan. Penguatan rupiah akan mencapai Rp11.600-Rp11.700," tutur Reny.
Reny melanjutkan, begitu juga jika pasangan yang terpilih adalah pasangan yang tidak pro market. Rupiah akan melemah dan berpotensi mencapai Rp12.000 per USD seperti yang terjadi minggu lalu.
Menurutnya, tanpa ada isu politik seperti Pemilu, rupiah cenderung masih stabil. Terlebih pekan depan akan ada rilis mengenai cadangan devisa, yang ekspektasinya ada perbaikan atau peningkatan dari cadangan devisa.
"Selain dari isu utama politik mengenai Pemilu, juga ada cadangan devisa, ini ekspektasinya ada perbaikan atau peningkatan cadangan devisa. Harusnya jadi sentimen positif," imbuhnya.
Selain itu, tingkat pengangguran di Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis secara mingguan akan berpengaruh kepada pelemahan atau penguatan rupiah. Terlebih, data tersebut mengindikasikan bahwa tingkat pengangguran di AS sudah menurun.
"Ini akan sangat membuat USD mengalami peningkatan. Dari sebelumnya 6,3% menjadi 6,1% sesuai ekspektasi pemerintah AS. Perbaikan ini akan membawa pengangguran menjadi 6%," tutup Reny.
"Kalau pekan depan kalau dari faktor technical kisarannya rupiah di kisaran Rp11.850-Rp11.920. Kalau kita lihat dalam kondisi normal ya," ujar dia kepada Sindonews, Sabtu (5/7/2014).
Namun, lanjut Reny, pekan depan akan ada momen Pemilihan Umum (Pemilu) yang memang ditunggu-tunggu oleh para investor. Menurutnya, apapun hasil Pemilu akan memberikan indikasi terhadap pergerakan rupiah pekan depan.
"Ini momen penting. Kalau kita lihat kalau hasilnya adalah pasangan yang pro market ini akan terjadi penguatan lanjutan. Penguatan rupiah akan mencapai Rp11.600-Rp11.700," tutur Reny.
Reny melanjutkan, begitu juga jika pasangan yang terpilih adalah pasangan yang tidak pro market. Rupiah akan melemah dan berpotensi mencapai Rp12.000 per USD seperti yang terjadi minggu lalu.
Menurutnya, tanpa ada isu politik seperti Pemilu, rupiah cenderung masih stabil. Terlebih pekan depan akan ada rilis mengenai cadangan devisa, yang ekspektasinya ada perbaikan atau peningkatan dari cadangan devisa.
"Selain dari isu utama politik mengenai Pemilu, juga ada cadangan devisa, ini ekspektasinya ada perbaikan atau peningkatan cadangan devisa. Harusnya jadi sentimen positif," imbuhnya.
Selain itu, tingkat pengangguran di Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis secara mingguan akan berpengaruh kepada pelemahan atau penguatan rupiah. Terlebih, data tersebut mengindikasikan bahwa tingkat pengangguran di AS sudah menurun.
"Ini akan sangat membuat USD mengalami peningkatan. Dari sebelumnya 6,3% menjadi 6,1% sesuai ekspektasi pemerintah AS. Perbaikan ini akan membawa pengangguran menjadi 6%," tutup Reny.
(gpr)