BEI: Emiten Baru Tahun Ini Mayoritas Bermodal Kecil
Senin, 07 Juli 2014 - 11:41 WIB
BEI: Emiten Baru Tahun Ini Mayoritas Bermodal Kecil
A
A
A
JAKARTA - Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Hoesen mengaku, emiten baru yang melantai di bursa pada tahun ini sebagian besar memiliki modal yang relatif kecil.
Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana terdapat beberapa perusahaan tambang dan konstruksi dengan modal besar yang mencatatkan saham perdananya di BEI.
"Perusahaannya memang kecil-kecil tapi bagus. Semuanya bagus. Small is beautiful. Tapi dari sisi jumlah bagus, ini sudah 14, kalau masalah besar-kecil, kita tidak menyeleksi," papar dia di Gedung BEI, Jakarta, Senin (7/7/2014).
Kendati demikian, Hoesen mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut terhitung cukup baik karena meski dari sisi modal minim, namun jumlah emiten yang masuk terhitung banyak.
"Kalau dari sisi jumlah oke, ini sudah 14, besok satu, Kamis satu, Jumat dua, jadi ada empat. Kalau sisi jumlah besar oke," sebutnya.
Selain itu, menurut dia, hal serupa juga terjadi pada penerbitan surat utang atau obligasi. Dia mengatakan, meski tahun ini jumlahnya lumayan, namun nilainya terhitung kecil.
Jumlah penerbitan obligasi tahun ini tidak sebaik tahun kemarin, di mana naiknya suku bunga menurunkan jumlah penerbitan surat utang.
"Lumayan memang banyak jumlahnya, tapi juga nilainya kecil. Sama juga tahun lalu. Dari sisi jumlah, banyak. Tahun lalu, satu tahun ada 60-an, yang tahun sebelumnya lebih kenceng lagi, memang mengalami penurunan karena tingkat suku bunga naik, yield juga naik," tutur dia.
Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana terdapat beberapa perusahaan tambang dan konstruksi dengan modal besar yang mencatatkan saham perdananya di BEI.
"Perusahaannya memang kecil-kecil tapi bagus. Semuanya bagus. Small is beautiful. Tapi dari sisi jumlah bagus, ini sudah 14, kalau masalah besar-kecil, kita tidak menyeleksi," papar dia di Gedung BEI, Jakarta, Senin (7/7/2014).
Kendati demikian, Hoesen mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut terhitung cukup baik karena meski dari sisi modal minim, namun jumlah emiten yang masuk terhitung banyak.
"Kalau dari sisi jumlah oke, ini sudah 14, besok satu, Kamis satu, Jumat dua, jadi ada empat. Kalau sisi jumlah besar oke," sebutnya.
Selain itu, menurut dia, hal serupa juga terjadi pada penerbitan surat utang atau obligasi. Dia mengatakan, meski tahun ini jumlahnya lumayan, namun nilainya terhitung kecil.
Jumlah penerbitan obligasi tahun ini tidak sebaik tahun kemarin, di mana naiknya suku bunga menurunkan jumlah penerbitan surat utang.
"Lumayan memang banyak jumlahnya, tapi juga nilainya kecil. Sama juga tahun lalu. Dari sisi jumlah, banyak. Tahun lalu, satu tahun ada 60-an, yang tahun sebelumnya lebih kenceng lagi, memang mengalami penurunan karena tingkat suku bunga naik, yield juga naik," tutur dia.
(rna)
Lihat Juga :