Pemerintah Diminta Tidak Takut Gertakan Newmont

Selasa, 08 Juli 2014 - 19:49 WIB
Pemerintah Diminta Tidak...
Pemerintah Diminta Tidak Takut Gertakan Newmont
A A A
JAKARTA - Indonesia Resources Studies (IRESS) menilai gugatan arbitrase PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) sebagai gertakan agar pemerintah mengubah peraturan UU No 4/2009 tentang Mineral dan Batu Bara (Minerba).

"Mereka ajukan arbitrase dalam rangka gertak dan ancaman. Itu dijadikan alat hadapi pemerintah tidak patuh undang-undang yang mewajibkan renegosiasi," ujar Direktur Eksekutif IRESS, Marwan Batubara di Jakarta, Selasa (8/7/2014).

Dia meminta pemerintah tidak takut. "Kalau ikut sikap itu maka sama saja pemerintah melanggar UU. Saya orang yang paling menolak jika pemerintah takut ancaman. Pemerintah harus hadapi," kata dia.

Sejak UU No 4/2009 terbit, beleid secara eksplisit melarang bentuk ekspor mineral tanpa nilai tambah melalui pembangunan fasiltas pengolahan dan pemurnian (smelter) di 2014.

Namun, pemerintah kembali memberi kelonggaran dengan menerbitkan aturan yang memperbolehkan ekspor mineral dengan kadar pengolahan tertentu.

Atas menerbitkan kebijakan itu, Marwan melihat pemerintah telah memberi kemudahan kepada pelaku usaha tambang. "Pemerintah kan sebenarnya sudah berikan relaksasi hingga 2017 dengan membolehkan ekspor olahah mineral," tutur dia.

Marwan mengakui adanya kegelisahan pelaku tambang melakukan ekspor olahan mineral lantaran tersandera dengan besaran Bea Keluar (BK) yang besar. Namun, aspek beleid BK ekspor olahan mineral dinilai guna mendorong pembangunan smelter di dalam negeri.

"Sebenarnya kan kita sudah mundur dengan memberikan kemudahan adanya relaksasi ekspor olahan mineral. Mereka menganggap BK yang ditetapkan terlalu besar. Namun, saya sampaikan pemerintah harus tunduk terhadap UU," ujarnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gempa Berkekuatan M7,5...
Gempa Berkekuatan M7,5 Guncang Larantuka, Nusa Tenggara Timur
Freeport Bisa Lega,...
Freeport Bisa Lega, Permendag Ekspor Konsentrat Rampung Pekan Ini
Gempa M3,6 Guncang Lembata...
Gempa M3,6 Guncang Lembata Nusa Tenggara Timur
Gempa M5,8 Guncang Bima...
Gempa M5,8 Guncang Bima Nusa Tenggara Barat
Peduli Bencana NTT,...
Peduli Bencana NTT, Anies Posting Nomor Rekening Sejumlah Lembaga Kemanusiaan Pengumpul Donasi
Pegadaian Ingin Kembali...
Pegadaian Ingin Kembali Membuat Warga NTB dan Sulut Tersenyum
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
6 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
7 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
7 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
8 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
8 jam yang lalu
Infografis
Syarat Sah Hewan Kurban,...
Syarat Sah Hewan Kurban, Tidak Boleh Cacat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved