Kementan Tingkatkan Pengawasan Peredaran Daging Celeng

Jum'at, 11 Juli 2014 - 15:53 WIB
Kementan Tingkatkan...
Kementan Tingkatkan Pengawasan Peredaran Daging Celeng
A A A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian (Kementan) meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan terhadap peredaran daging celeng (babi hutan) yang dicampur atau dipalsukan sebagai daging sapi.

Sejumlah langkah pengawasan peredaran daging celeng yang telah dilakukan, yakni berkoordinasi dengan dinas provinsi yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan di seluruh Indonesia pada 18-20 Juni 2014 terkait pengawasan peredaran pangan asal hewan (PAH) termasuk daging celeng menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1435 H.

Diektur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Syukur Iwantoro mengatakan, koordinasi dengan pemerintah daerah tersebut secara aktif hingga kini tetap dilakukan guna peningkatan pengawasan peredaran produk hewan.

Untuk lebih meningkatkan efektifitas pelaksanaan pengawasan peredaran produk hewan di lapangan telah dibuat Surat Edaran Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan tentang Peningkatan Pengawasan Peredaran Pangan Asal Hewan yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH).

“Pengawasan peredaran daging celeng tersebut juga didukung oleh Badan Karantina Pertanian, yang melakukan pengecekan terhadap rekomendasi pengeluaran produk hewan oleh provinsi daerah asal, dan rekomendasi pemasukan produk hewan yang dikeluarkan provinsi daerah tujuan,” kata dia dalam rilisnya, Jumat (11/7/2014).

Dia menjelaskan, dalam rangka peningkatan pengawasan di Jabodetabek, Tim Pengawas Kesmavet Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan bersama dengan Pengawas Kesmavet di provinsi, kabupaten/kota se-Jabodetabek, dan Petugas Pengambil Contoh/PPC dari Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan diturunkan ke lapangan pada 10-11 Juli 2014.

Di samping itu, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemalsuan daging sapi telah dicetak leaflet mengenai cara membedakan daging sapi dan daging celeng serta tips membeli daging yang benar. Selain disebarkan kepada masyarakat, leaflet ini juga di-upload di website Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Public Awareness Pangan Asal Hewan ASUH termasuk mewaspadai peredaran daging celeng juga akan diselenggarakan di Kota Depok pada 15 Juli 2014 dan di DKI Jakarta pada 22 Juli 2014.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Strategi Penilaian Kinerja...
Strategi Penilaian Kinerja Kementerian Pertanian
Pelaku Pemalsuan Pestisida...
Pelaku Pemalsuan Pestisida Dapat Dihukum Maksimal
Kementan Ajak Petani...
Kementan Ajak Petani dan Penyuluh Manfaatkan Bahan Organik
Antisipasi Kekeringan,...
Antisipasi Kekeringan, Masa Tanam Kedua Padi Dipercepat Mei
Antisipasi Krisis Pangan,...
Antisipasi Krisis Pangan, Pemerintah Akan Buka Lahan Sawah 900 Ribu Hektare
Petani Maros Giatkan...
Petani Maros Giatkan On Farm dengan Tanam Cabai Organik
Berita Terkini
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
35 menit yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
1 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
10 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
10 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
11 jam yang lalu
Infografis
15 Jurusan UI yang Sepi...
15 Jurusan UI yang Sepi Peminat, Referensi Tingkatkan Peluang Lolos SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved