Transaksi Petani Stabilkan Harga

Jum'at, 11 Juli 2014 - 15:58 WIB
Transaksi Petani Stabilkan...
Transaksi Petani Stabilkan Harga
A A A
SURABAYA - Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur (Jatim) pada Mei 2014 mengalami kenaikan 0,12% dari 104,19 menjadi 104,32. Kenaikan NTP ini disebabkan kenaikan indeks harga yang diterima petani lebih besar dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur M Sairi Hasbullah mengatakan, pada Mei 2014 ada dua sub sektor pertanian mengalami kenaikan NTP dan tiga sub sektor mengalami penurunan.

"Kenaikan NTP terbesar terjadi pada sub sektor tanaman hortikultura 1,58% dari 103,96 menjadi 105,60 dan tanaman perkebunan rakyat 1,11% dari 103,70 menjadi 104,85," katanya, Jumat (11/7/2014).

Sementara, sub sektor yang mengalami penurunan NTP yaitu peternakan 0,59% dari 110,81 menjadi 110,16 diikuti tanaman pangan 0,51% dari 98,61 menjadi 98,10 dan sub sektor perikanan 0,15% dari 106,60 menjadi 106,45.

Menurutnya, indeks harga yang diterima petani naik 0,50% dari 115,15 pada April menjadi 115,73 pada Mei 2014.

"Kenaikan indeks ini disebabkan naiknya indeks yang diterima petani pada sub sektor tanaman hortikultura diikuti tanaman perkebunan rakyat dan perikanan sedangkan dua pertanian lainnya mengalami penurunan," ujarnya.

Di sisi lain sub sektor tanaman hortikultura naik 1,99%, tanaman perkebunan rakyat 1,49% dan perikanan 0,33%. Sedangkan sub sektor peternakan turun 0,22% dan sub sektor tanaman pangan 0,15%.

Sepuluh komoditas utama yang menyebabkan kenaikan indeks harga yang diterima petani pada Mei 2014 adalah tomat, apel, kayu nilam, mangga, ikan layang, kopi, ikan rajungan, ikan kuniran, tembakau dan kapuk.

"Untuk komoditas yang mengalami penurunan indeks harga yang diterima petani adalah sapi potong, jeruk, ikan tongkol, udang, cabai merah, gabah, bawang merah, ikan swanggi, ikan kuwe/bebara dan tebu," beber Sairi.

Indeks harga yang dibayar petani mengalami kenaikan 0,38% dari 110,51 pada April menjadi 110,93 pada Mei 2014. Kenaikan indeks ini disebabkan indeks harga konsumsi rumah tangga (inflasi pedesaan) mengalami kenaikan sebesar 0,38% dan indeks biaya produksi dan pembentukan barang modal juga naik sebesar 0,36%.

Lima provinsi di Pulau Jawa yang melakukan penghitungan NTP pada Mei 2014, tiga provinsi mengalami Kenaikan NTP dan dua provinsi lainnya mengalami penurunan. Kenaikan NTP terbesar terjadi di Provinsi Jawa Barat 0,20% diikuti Provinsi Jawa Timur 0,12% dan Provinsi Jawa Tengah 0,02%.

Sementara, Provinsi Banten mengalami penurunan 1,32% dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 0,40%.

Kepala Divre Perum Bulog Jatim, Rusdianto mengatakan, pihaknya mencoba untuk menstabilkan harga dikalangan petani. Harga ini meliputi padi dan hasil panen lain supaya harga tidak melonjak. "Kita akan upayakan pasar tidak mengalami kenaikan," ujarnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dinas LHK Jaktim Kenalkan...
Dinas LHK Jaktim Kenalkan Anak dengan Urban Farming Sejak Dini
Kreativitas Warga Papanggo,...
Kreativitas Warga Papanggo, Ubah Lahan Terlantar Jadi Pertanian Produktif
Sekolah Pertanian Berbasis...
Sekolah Pertanian Berbasis Digital Dibangun Pemerintah Tahun Depan
Sarasehan Pertanian...
Sarasehan 'Pertanian Berkelanjutan dan Adopsi Teknologi Modern'
Kelurahan Sunter Agung...
Kelurahan Sunter Agung Kembangkan Sistem Pertanian Perkotaan Rumah Kaca
Dinas Pertanian Sleman...
Dinas Pertanian Sleman Diminta Edukasi Petani Milenial untuk Tingkatkan Produksi
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
2 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
2 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
3 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
4 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
4 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
5 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved