IHSG Sepekan Ini Menguat 126,77 Poin

Minggu, 13 Juli 2014 - 12:48 WIB
IHSG Sepekan Ini Menguat...
IHSG Sepekan Ini Menguat 126,77 Poin
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini mengalami penguatan sebanyak 126,77 poin atau 2,58%. Kenaikan ini lebih tinggi dibanding pekan sebelumnya, yang hanya naik 60,69 poin atau 1,25%.

Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, semua indeks utama mayoritas menguat dengan kenaikan tertinggi oleh indeks IDX30 yang menguat 4,02% dan diikuti indeks LQ45 sebesar 3,85%, MBX 2,97%.

"Tetapi, pelemahan hanya terjadi pada indeks DBX yang turun 0,26%," kata dia dalam risetnya, Minggu (13/7/2014).

Sementara itu, indeks sektoral melaju variatif, di mana penguatan terjadi pada indeks industri dasar yang menguat 6,07%, diikuti indeks keuangan positif 5,43%, dan indeks properti terkerek 5,29%. Sementara indeks perkebunan dan pertambangan menjadi indeks sektoral yang mengalami pelemahan dengan turun 1,49% dan 2,30%.

Reza menjelaskan, meski IHSG mengakhiri pekan di zona merah, namun IHSG sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang tahun ini usai pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres) lantaran pelaku pasar bereaksi positif terhadap lancar dan tertibnya penyelenggaraan pilpres.

Sepanjang pekan kemarin, asing masih mencatatkan nett buy Rp9,47 triliun. Jumlah ini melonjak tajam bila dibandingpekan sebelumnya yang juga nett buy Rp535,422 miliar. Jika dihitung sejak awal tahun (YTD) maka sampai dengan pekan ini, posisi asing tercatat nett buy Rp52,05 triliun atau lebih tinggi dari pekan sebelumnya Rp42,58 triliun.

"Pelaku pasar tampaknya larut dalam euforia hasil quick count (hitung cepat) yang lebih banyak menghasilkan kemenangan untuk salah satu pasangan yang memang diharapkan untuk memenangi pilpres ini meski hasil lainnya juga memenangkan pasangan lainnya," ujar dia.

Di sisi lain, masih terapresiasinya laju rupiah yang dibarengi dengan meningkatnya nett buy asing dan naiknya harga obligasi menambah sentimen positif. Tetapi, di akhir pekan IHSG terjun ke zona merah seiring maraknya aksi ambil untung (profit taking) karena pelaku pasar menahan diri dengan hasil hitung cepat yang saling berbeda, sehingga menimbulkan ketidakpastian baru.

Sementara bursa regional cenderung bergerak melemah. Beredarnya ekspektasi akan perlambatan pertumbuhan kinerja emiten semester I ditambah respon negatif terhadap pernyataan Direktur IMF Christine Lagarde bahwa masih adanya potensi pemangkasan rating pertumbuhan ekonomi global, akan dipercepatnya kenaikan suku bunga The Fed,menurunnya saham-saham perbankan dan pembiayaan turut membuat laju bursa saham regional di zona merah.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Akhiri Pekan di Zona...
Akhiri Pekan di Zona Hijau, IHSG Ditutup Naik ke Level 6.072
IHSG Pekan Ini Diramal...
IHSG Pekan Ini Diramal Terkoreksi di 5.890-6.130, Simak Saran Analis
IHSG Diprediksi Kokoh...
IHSG Diprediksi Kokoh di Awal Pekan, Ini Beberapa Saham Pilihan
Varian Delta Masih Jadi...
Varian Delta Masih Jadi Sentimen Utama di Pasar Saham
IHSG Berpeluang Reli...
IHSG Berpeluang Reli di 6.078-6.150, Cermati Saham Ini
IHSG Diramal Masih Lesu,...
IHSG Diramal Masih Lesu, Hari Ini Potensi di Kisaran 6.047-6.107
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
6 jam yang lalu
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
6 jam yang lalu
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
6 jam yang lalu
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
7 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
8 jam yang lalu
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
8 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved