Pasar Kelas Menengah Muslim RI Menggeliat

Minggu, 13 Juli 2014 - 16:16 WIB
Pasar Kelas Menengah...
Pasar Kelas Menengah Muslim RI Menggeliat
A A A
JAKARTA - Pakar Marketing Yuswohady mengungkapkan, pasar muslim menggeliat menjadi pasar yang besar di berbagai industri, seperti umroh, bank dan asuransi syariah, fesyen hijab, kosmetik halal, makanan halal, buku dan musik hingga hotel syariah.

Menurut dia, mereka tak hanya mencari manfaat fungsional dan emosional (functional-emotional benefit), tapi juga semakin mencari manfaat spiritual (spiritual benefit) dari produk yang mereka beli dan konsumsi. Kalau dulu konsumen muslim kurang begitu peduli pada praktek riba dalam perbankan, kini mereka menjadi peduli untuk menghindari riba. Tercatat, bank syariah tumbuh pesat 40% per tahun.

Selain itu, jika dulu konsumen tak begitu peduli dengan makanan halal, kini mereka menjadi sangat peduli. Berdasarkan survei, 95% konsumen kosmetik mengecek label halal. Begitu juga kaum wanita muslim kini semakin peduli untuk menutup auratnya. Dengan perubahan tersebut, dia menilai, marketer tidak bisa lagi mengabaikan pasar muslim ini.

“Kami berani mengatakan selama 5 tahun terakhir pasar middle-class moslem di Indonesia telah mengalami revolusi karena adanya pergeseran perilaku yang sangat mendasar,” kata Yuswohady saat acara buka puasa bersama sekaligus launching dan diskusi buku “Marketing to the Middle Class Moslem” di Jakarta, akhir pekan ini.

Dia melanjutkan, saat ini ada beberapa perubahan dan perilaku konsumen, yakni boom bank syariah, revolusi hijabers, kosmetik muslim kian kinclong, rutin berumroh, hotel syariah menjamur, kewirausahaan muslim, label halal jadi rebutan, dan terakhir adalah kian kaya, kian bersedekah.

Yuswohady menuturkan, pesatnya perkembangan pasar muslim kelas menengah tak hanya tercermin dari urusan beli produk dan layanan. Menggeliatnya pasar tersebut juga tercermin dari makin getolnya mereka bersedekah dan membayar zakat.

“Survei Inventure tahun 2013 menunjukkan bahwa pengeluaran kelas menengah untuk zakat dan sumbangan mencapai 5,4% dari total pengeluaran bulanan, sebuah angka yang cukup besar,” tukas dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kopi Penyumbang Devisa...
Kopi Penyumbang Devisa Terbesar untuk RI dari Bidang Pertanian
Pasar Senen, 3 Abad...
Pasar Senen, 3 Abad Tak Lekang Dilindas Zaman
BI Ungkap 3 Inisiatif...
BI Ungkap 3 Inisiatif dan Fokus Pengembangan Pasar Uang 2025
Tiga Fase Naiknya Harga...
Tiga Fase Naiknya Harga Pangan Selama Puasa dan Lebaran
Indonesia Mobilisasi...
Indonesia Mobilisasi Rp128,5 Triliun per Tahun dari Pasar Karbon
BI Tancapkan Tonggak...
BI Tancapkan Tonggak Sejarah dalam Transaksi Pasar Uang
Berita Terkini
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
2 menit yang lalu
Dirut Pertamina Patra...
Dirut Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan SPBU di Palembang Optimal
26 menit yang lalu
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
34 menit yang lalu
Permintaan Hunian Tetap...
Permintaan Hunian Tetap Tinggi, Alam Sutera Kembangkan Kawasan Residensial Baru
57 menit yang lalu
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
1 jam yang lalu
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved