SMGR Optimistis Bisa Atasi Melambatnya Permintaan
Selasa, 15 Juli 2014 - 15:03 WIB
SMGR Optimistis Bisa Atasi Melambatnya Permintaan
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) Dwi Soetjipto optimistis bisa mengatasi melambatnya permintaan (demand) semen di Indonesia.
"Jadi kita memang harus antisipasi situasi itu. Kalau melemahnya kenaikan demand. Tidak turun, tapi kenaikannya melemah," ujar dia di Kantor SMGR Jakarta, Selasa (15/7/2014).
Lebih lanjut dia mengatakan, ketika semangat untuk membangun pabrik semen masih menggebu seperti sekarang ini, maka perusahaan plat merah ini akan kelebihan pasokan dalam 3-4 tahun ke depan.
"Jadi untuk itu, maka ketika over supply, yang penting adalah daya saing. Seperti apakah kita menjadi perusahaan yang lebih efisien. Apakah kita punya jaringan distribusi yang sebaik-baiknya, ini yang kita siapkan," tutur Dwi.
Bahkan dia meyakini, sejauh ini perseroan siap menghadapi persaingan. Dia mengklaim, SMGR bisa menjadi leadership di cost, selain itu perseroan juga memiliki 22 jaringan packing plant di seluruh Indonesia yang bisa mendukung kompetisi di industri semen Tanah Air.
"Kita Semen Indonesia bisa leadership di cost, kita punya jaringan packing plant yang 22 packing plant di seluruh Indonesia. Saya kira, itu menjadi modal saat persiangan meningkat," tukasnya.
"Jadi kita memang harus antisipasi situasi itu. Kalau melemahnya kenaikan demand. Tidak turun, tapi kenaikannya melemah," ujar dia di Kantor SMGR Jakarta, Selasa (15/7/2014).
Lebih lanjut dia mengatakan, ketika semangat untuk membangun pabrik semen masih menggebu seperti sekarang ini, maka perusahaan plat merah ini akan kelebihan pasokan dalam 3-4 tahun ke depan.
"Jadi untuk itu, maka ketika over supply, yang penting adalah daya saing. Seperti apakah kita menjadi perusahaan yang lebih efisien. Apakah kita punya jaringan distribusi yang sebaik-baiknya, ini yang kita siapkan," tutur Dwi.
Bahkan dia meyakini, sejauh ini perseroan siap menghadapi persaingan. Dia mengklaim, SMGR bisa menjadi leadership di cost, selain itu perseroan juga memiliki 22 jaringan packing plant di seluruh Indonesia yang bisa mendukung kompetisi di industri semen Tanah Air.
"Kita Semen Indonesia bisa leadership di cost, kita punya jaringan packing plant yang 22 packing plant di seluruh Indonesia. Saya kira, itu menjadi modal saat persiangan meningkat," tukasnya.
(rna)
Lihat Juga :