Stok Minyak AS Turun, Harga WTI Naik
Kamis, 17 Juli 2014 - 10:33 WIB
Stok Minyak AS Turun, Harga WTI Naik
A
A
A
MELBOURNE - Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik untuk hari kedua setelah stok minyak mentah Amerika Serikat (AS) turun karena kilang minyak negara itu meningkatkan pengolahan ke level tertinggi sejak 2005. Sementara harga minyak brent stabil di London.
Kontrak berjangka (futures) naik sebesar 0,4% di New York, memperpanjang kenaikan 1,2%, kemarin. Energy Information Administrastion (EIA) merilis stok minyak mentah menyusut 7,53 juta barel pada pekan lalu dan menjadi yang terbesar sejak Januari 2014. Sementara kapasitas kilang beroperasi mencapai 93,8%.
"Pasokan minyak mentah menunjukkan peningkatan permintaan. Harga minyak USD100 merupakan level yang baik dan kita akan melihat sedikit pantulan," kata Kepala Investasi Ayers Alliance Securities Jonathan Barratt seperti dilansir Bloomberg, Kamis (17/7/2014).
Dia memprediksi, investor dapat membeli kontrak West Texas jika harga naik ke level USD102,70 per barel. Sementara WTI untuk pengiriman Agustus di New York Mercantile Exchange naik sebanyak 37 sen menjadi USD101,57 per barel dan berada di USD101,51 pada pukul 12.15 siang waktu Sydney.
Kemarin, kontrak tersebut meningkat USD1,24 menjadi USD101,20 dan merupakan kenaikan terbesar sejak 12 Juni 2014. Semua volume berjangka yang diperdagangkan sekitar 9% di bawah rata-rata 100 hari. Harga telah naik 3,1% sepanjang tahun ini.
Sementara minyak brent di ICE Futures Europe, London untuk pengiriman September tidak berubah di harga USD107,17 per barel. Premi minyak mentah patokan Eropa tersebut terhadap WTI diperdagangkan sebesar USD6,35. Sedangkan kontrak Agustus turun 17 sen menjadi USD105,85.
Stok minyak mentah nasional diperkirakan turun 2,75 juta beral dari perkiraan rata-rata. Stok minyak di Cushing, Oklahoma yang merupakan titik pengiriman WTI susut 650 ribu barel menjadi 20,3 juta pada pekan yang berakhir 11 Juli 2014.
Kontrak berjangka (futures) naik sebesar 0,4% di New York, memperpanjang kenaikan 1,2%, kemarin. Energy Information Administrastion (EIA) merilis stok minyak mentah menyusut 7,53 juta barel pada pekan lalu dan menjadi yang terbesar sejak Januari 2014. Sementara kapasitas kilang beroperasi mencapai 93,8%.
"Pasokan minyak mentah menunjukkan peningkatan permintaan. Harga minyak USD100 merupakan level yang baik dan kita akan melihat sedikit pantulan," kata Kepala Investasi Ayers Alliance Securities Jonathan Barratt seperti dilansir Bloomberg, Kamis (17/7/2014).
Dia memprediksi, investor dapat membeli kontrak West Texas jika harga naik ke level USD102,70 per barel. Sementara WTI untuk pengiriman Agustus di New York Mercantile Exchange naik sebanyak 37 sen menjadi USD101,57 per barel dan berada di USD101,51 pada pukul 12.15 siang waktu Sydney.
Kemarin, kontrak tersebut meningkat USD1,24 menjadi USD101,20 dan merupakan kenaikan terbesar sejak 12 Juni 2014. Semua volume berjangka yang diperdagangkan sekitar 9% di bawah rata-rata 100 hari. Harga telah naik 3,1% sepanjang tahun ini.
Sementara minyak brent di ICE Futures Europe, London untuk pengiriman September tidak berubah di harga USD107,17 per barel. Premi minyak mentah patokan Eropa tersebut terhadap WTI diperdagangkan sebesar USD6,35. Sedangkan kontrak Agustus turun 17 sen menjadi USD105,85.
Stok minyak mentah nasional diperkirakan turun 2,75 juta beral dari perkiraan rata-rata. Stok minyak di Cushing, Oklahoma yang merupakan titik pengiriman WTI susut 650 ribu barel menjadi 20,3 juta pada pekan yang berakhir 11 Juli 2014.
(rna)
Lihat Juga :