OJK: Kondisi Industri Jasa Keuangan Baik

Kamis, 17 Juli 2014 - 14:45 WIB
OJK: Kondisi Industri...
OJK: Kondisi Industri Jasa Keuangan Baik
A A A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa industri jasa keuangan secara umum berada dalam kondisi yang baik. Hal itu berdasarkan hasil dari Rapat Bulanan Dewan Komisioner untuk mengevaluasi perkembangan dan profil risiko di industri jasa keuangan.

Meski pasar keuangan nasional sempat mengalami pelemahan pada bulan Juni sejalan dengan aksi tunggu investor terkait perkembangan politik dalam negeri, namun pada dua pekan pertama bulan Juli kondisi pasar keuangan kembali membaik.

Dalam keterangan tertulis yang diterima, IHSG secara year to date (ytd) mencatat pertumbuhan yang tertinggi di kawasan, yakni 17,7% dan ditutup pada level 5.032,6.

Nilai tukar rupiah juga terapresiasi sebesar 4,9% dan ditutup pada level Rp11.580 per USD. Selain itu, kinerja pasar surat berharga negara (SBN) juga menguat rata-rata sebesar 31 basis poin (bps).

“Kemampuan industri keuangan dalam menghadapi tekanan juga cukup baik. Permodalan perbankan tergolong tinggi dengan kecukupan pemenuhan permodalan (CAR) mencapai 19,5%,” papar keterangan tersebut, Kamis (17/7/2014).

Selain itu, rentabilitas stabil dan memadai, dengan return on assets (ROA) berada pada kisaran 2,9%. Di sektor pasar modal, nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana menunjukkan peningkatan hingga Rp210 triliun, didorong pembelian bersih (net subscription) yang cukup besar.

Di sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), nilai investasi dana pensiun dan perusahaan asuransi juga menunjukkan peningkatan, walaupun terdapat pelambatan pertumbuhan piutang perusahaan pembiayaan.

“Pada sektor IKNB, penyaluran pembiayaan mencapai 88,4% dan tingkat utang (gearing ratio) perusahaan pembiayaan naik menjadi 3,70 kali per Mei 2014,” katanya.

Sementara itu, kondisi likuiditas perbankan yang dicerminkan dalam rasio Aset Likuid/Non Core Deposit, dengan threshold 50% memadai untuk mengantisipasi potensi penarikan dana pihak ketiga (DPK) terutama menjelang Lebaran.

Sedangkan, di sektor pasar modal, aktivitas perdagangan kembali meningkat didukung kondisi politik yang cukup kondusif. Faktor risiko yang perlu mendapat perhatian adalah kemungkinan pembalikan arah kebijakan moneter di Amerika Serikat (AS), dan kenaikan harga minyak sebagai imbas dari eskalasi politik di Timur Tengah dan Ukraina.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OECD/INFE - OJK Conference...
OECD/INFE - OJK Conference di Bali
OJK Gelar Edukasi Keuangan...
OJK Gelar Edukasi Keuangan untuk Pelajar
Bikin Cemas Banyak Orang,...
Bikin Cemas Banyak Orang, Ini Detail Aturan Main POJK Stimulus Covid-19
OJK Beri Dua Stimulus...
OJK Beri Dua Stimulus Lanjutan Bagi Sektor Industri Keuangan Non Bank
OJK Pastikan Sektor...
OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Pada Level Terkendali
OJK Menyadari Pentingnya...
OJK Menyadari Pentingnya GRC Terintegrasi di Sektor Jasa Keuangan
Berita Terkini
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
31 menit yang lalu
Pengembangan Bioenergi...
Pengembangan Bioenergi Berpotensi Serap 150 Ribu Tenaga Kerja
40 menit yang lalu
Kuliah Umum di Unhas,...
Kuliah Umum di Unhas, Afi Kalla Tekankan Peran IKM dalam Hilirisasi Ekonomi
54 menit yang lalu
Seminar dan Live Trading,...
Seminar dan Live Trading, Didimax Dorong Edukasi Trading yang Aman serta Mandiri
58 menit yang lalu
Jembatan Brand dan Konsumen...
Jembatan Brand dan Konsumen di Era Digital, Belicept Hadir sebagai Official Collaboration Store
1 jam yang lalu
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
1 jam yang lalu
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved