IHSG Berakhir Minus 42,73 Poin ke 5.071
Kamis, 17 Juli 2014 - 16:14 WIB
IHSG Berakhir Minus 42,73 Poin ke 5.071
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari keempat pekan ini berakhir terkoreksi setelah kemarin mencetak rekor. IHSG minus 42,73 poin atau 0,84% ke level 5.071,20.
IHSG pagi tadi dibuka naik 18,93 poin atau 0,37% ke level 5.132.86, namun sepinya transaksi dan aksi ambil untung (profit taking) membuat IHSG sesi I tergelincir ke level 5.097,33.
Sementara IHSG kemarin ditutup menguat 43,11 poin atau 0,85% ke level 5.113,93. Penguatan tersebut di tengah variatifnya bursa Asia. Sementara hari ini, bursa Asia ditutup memerah.
Indeks Nikkei turun 9,04 poin atau 0,06% ke 15.370,26, indeks Straits Times susut 3,75 poin atau 0,11% ke 3.300,68, indeks Hang Seng melemah 2,41 poin atau 0,01% ke 23.520,87 dan indeks Shanghai minus 11,68 poin atau 0,57% ke 2.055,59.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp928 miliar dengan 929 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih Rp132,72 miliar. Tercatat 99 saham naik, 222 saham melemah dan 84 saham stagnan.
Sektor saham hari ini semuanya melemah. Sektor dengan pelemahan terbesar adalah perdagangan yang anjlok 1,78%, diikuti industri dasar merosot 1,72%.
Adapun saham yang menguat, di antaranya PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) menguat Rp50 menjadi Rp69.050, PT Asuransi Bida Dana Arta Tbk (ABDA) naik Rp400 menjadi Rp5.475, dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp25 menjadi Rp29.575.
Sementara saham yang anjlok, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp775 menjadi Rp52.925, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) turun Rp125 menjadi Rp2.870, dan PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp25 menjadi Rp7.375.
Koreksi pasca IHSG mencetak rekor sebelumnya terjadi pada 11 Juli 2014. Pada 10 Juli 2014, IHSG ditutup pada rekor baru di tahun ini, yakni di level 5.098,01. Namun sehari setelahnya, aksi ambil untung membuat IHSG terkoreksi ke level 5.032,60.
IHSG pagi tadi dibuka naik 18,93 poin atau 0,37% ke level 5.132.86, namun sepinya transaksi dan aksi ambil untung (profit taking) membuat IHSG sesi I tergelincir ke level 5.097,33.
Sementara IHSG kemarin ditutup menguat 43,11 poin atau 0,85% ke level 5.113,93. Penguatan tersebut di tengah variatifnya bursa Asia. Sementara hari ini, bursa Asia ditutup memerah.
Indeks Nikkei turun 9,04 poin atau 0,06% ke 15.370,26, indeks Straits Times susut 3,75 poin atau 0,11% ke 3.300,68, indeks Hang Seng melemah 2,41 poin atau 0,01% ke 23.520,87 dan indeks Shanghai minus 11,68 poin atau 0,57% ke 2.055,59.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp928 miliar dengan 929 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih Rp132,72 miliar. Tercatat 99 saham naik, 222 saham melemah dan 84 saham stagnan.
Sektor saham hari ini semuanya melemah. Sektor dengan pelemahan terbesar adalah perdagangan yang anjlok 1,78%, diikuti industri dasar merosot 1,72%.
Adapun saham yang menguat, di antaranya PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) menguat Rp50 menjadi Rp69.050, PT Asuransi Bida Dana Arta Tbk (ABDA) naik Rp400 menjadi Rp5.475, dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp25 menjadi Rp29.575.
Sementara saham yang anjlok, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp775 menjadi Rp52.925, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) turun Rp125 menjadi Rp2.870, dan PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp25 menjadi Rp7.375.
Koreksi pasca IHSG mencetak rekor sebelumnya terjadi pada 11 Juli 2014. Pada 10 Juli 2014, IHSG ditutup pada rekor baru di tahun ini, yakni di level 5.098,01. Namun sehari setelahnya, aksi ambil untung membuat IHSG terkoreksi ke level 5.032,60.
(rna)
Lihat Juga :