WTI Dekati Harga Tertinggi Tiga Pekan
Selasa, 22 Juli 2014 - 10:33 WIB
WTI Dekati Harga Tertinggi Tiga Pekan
A
A
A
MELBOURNE - Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan mendekati harga tertinggi dalam tiga pekan menjelang data pasokan minyak Amerika Serikat sebagai konsumen minyak terbesar di dunia. Sementara minyak brent stabil di London.
Kontrak berjangka (futures) sedikit berubah di New York setelah naik 1,4% kemarin. Menurt survei Bloomberg, persediaan minyak mentah AS kemungkinan menyusut 2,8 juta barel menjadi 372,2 juta barel pada pekan lalu. Ini akan menjadi penurunan mingguan keempat dan menjadi level terendah sejak awal Maret 2014.
"Kami sekarang menuju pada jumlah pasokan dan itu menjadi musim yang wajar, tetapi sudah ada pasokan yang cukup untuk menutupinya," kata analis Fat Prophets David Lennox seperti dilansir Bloomberg, Selasa (22/7/2014).
Harga minyak WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman September berada di harga USD102,85 per barel, turun 1 sen pada pukul 13.04 waktu Sydney.
Kontrak Agustus yang berakhir hari ini, ditutup pada USD104,59 kemarin, tertinggi sejak 1 Juli. Semua volume berjangka yang diperdagangkan sekitar 13% di bawah rata-rata 100 hari. Bulan depan harga meningkat 6,3% sepanjang tahun ini.
Sementara harga minyak brent di ICE Futures Europe Exchange, London untuk pengiriman September turun 8 sen menjadi USD107,60 per barel. Premi minyak patokan Eropa ini terhadap WTI diperdagangkan sebesar USD4,80 untuk bulan yang sama.
Brent rebound pekan lalu untuk kenaikan mingguan pertama dalam sebulan setelah peswat Malaysia Airlines ditembak jatuh di atas Ukraina.
Kontrak berjangka (futures) sedikit berubah di New York setelah naik 1,4% kemarin. Menurt survei Bloomberg, persediaan minyak mentah AS kemungkinan menyusut 2,8 juta barel menjadi 372,2 juta barel pada pekan lalu. Ini akan menjadi penurunan mingguan keempat dan menjadi level terendah sejak awal Maret 2014.
"Kami sekarang menuju pada jumlah pasokan dan itu menjadi musim yang wajar, tetapi sudah ada pasokan yang cukup untuk menutupinya," kata analis Fat Prophets David Lennox seperti dilansir Bloomberg, Selasa (22/7/2014).
Harga minyak WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman September berada di harga USD102,85 per barel, turun 1 sen pada pukul 13.04 waktu Sydney.
Kontrak Agustus yang berakhir hari ini, ditutup pada USD104,59 kemarin, tertinggi sejak 1 Juli. Semua volume berjangka yang diperdagangkan sekitar 13% di bawah rata-rata 100 hari. Bulan depan harga meningkat 6,3% sepanjang tahun ini.
Sementara harga minyak brent di ICE Futures Europe Exchange, London untuk pengiriman September turun 8 sen menjadi USD107,60 per barel. Premi minyak patokan Eropa ini terhadap WTI diperdagangkan sebesar USD4,80 untuk bulan yang sama.
Brent rebound pekan lalu untuk kenaikan mingguan pertama dalam sebulan setelah peswat Malaysia Airlines ditembak jatuh di atas Ukraina.
(rna)
Lihat Juga :