Ini Keuntungan Renegosiasi Freeport untuk Indonesia

Jum'at, 25 Juli 2014 - 16:36 WIB
Ini Keuntungan Renegosiasi...
Ini Keuntungan Renegosiasi Freeport untuk Indonesia
A A A
JAKARTA - PT Freeport Indonesia bersama pemerintah hari ini telah menandatangani kesepakatan (Memorandum of Understanding/MoU) renegosiasi dalam kontrak karya (KK) pertambangan. Lalu dengan ditekennya MoU tersebut, apa keuntungan bagi Indonesia?

Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Chairul Tandjung (CT) menuturkan, dengan ditandatanganinya MoU tersebut, royalti ekspor Freeport akan langsung berlaku dengan royalti yang baru sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 9.

"Ini yang penting, keuntungan untuk pemerintah Indonesia ini yang penting. Royaltinya ekspor ini langsung berlaku yang baru sesuai PP Nomor 9 antara 3,75% sampai 4%, tergantung. Nah itu naik dari 1% ke 3,75% atau 1% ke 4% itu untuk emas dan tembaga," ujar dia di Jakarta, Jumat (25/7/2014).

Dia mengatakan, dengan berlakunya royalti yang baru tersebut, maka pendapatan yang diterima negara akan jauh lebih besar dari sebelumnya. Selain itu, Freeport tetap harus membayar Bea Keluar (BK) yang persentasenya ditentukan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang ada.

"Dengan begitu pemerintah juga akan mendapatkan tambahan penghasilan lagi," imbuhnya.

Selain itu, pemerintah juga akan mendapatkan devisa ekspor dengan diekspornya seluruh mineral yang diubah dalam bentuk konsentrat tersebut. Menurutnya, pemerintah akan mendapatkan nilai cukup besar.

"Diperkirakan untuk seluruh KK tahun ini, kita bakal menerima USD6 miliar dari ekspor mineral dan batu bara terkait renegosiasi ini. Maka status balance sheet neraca perdagangan kita akan membaik pada akhir tahun ini. Berarti defisit neraca berjalan kita tidak seburuk apa yang diramalkan selama ini," tutur dia.

Senada dengan CT, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Luthfi yang ditemui di Kantor Kemenko menuturkan, pemerintah Indonesia akan mendapatkan keuntungan dengan diselesaikannya renegosiasi Freeport itu. "Pokoknya kita lebih tenang. Perdagangan lebih senang," ujar Luthfi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
29 menit yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
1 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
2 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
2 jam yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
3 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
4 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved