Askrida Siapkan Empat Produk Baru

Sabtu, 26 Juli 2014 - 14:12 WIB
Askrida Siapkan Empat...
Askrida Siapkan Empat Produk Baru
A A A
JAKARTA - PT Asuransi Bangun Askrida menargetkan akan meluncurkan empat produk baru pada tahun ini. Salah satu produk yang sudah diluncurkan adalah asuransi tanggung-gugat profesi dokter yang dipasarkan oleh unit usaha syariah.

Perseroan menargetkan pada tahun pertama, premi produk ini dapat mencapai Rp12 miliar dari nasabah eksistingnya. Direktur Utama Askrida Ai Sobaryadi mengatakan, potensi produk tersebut masih sangat besar dengan target pasar para dokter.

Hal itu mengingat besarnya risiko tuntutan hukum bagi profesi dokter karena tuduhan malpraktek saat ini. Izin produk ini telah dikeluarkan oleh regulator pada awal 2014.

“Ini produk pertama yang mendapat izin. Potensi dari produk ini cukup besar dengan target dokter. Sekarang kami sudah mulai produksi, tapi masih kecil,” kata Ai saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (26/7/2014).

Dia mengatakan, pihaknya juga akan memasarkan produk asuransi liability doctor ini ke nasabah non-eksisting. Setidaknya ada potensi premi mencapai Rp600 miliar apabila pasar ini juga digarap. Sementara produk semacam ini belum banyak digarap pelaku industri, padahal potensinya cukup besar.

"Saat ini, mereka menggunakan asuransi lain. Nanti di masa jatuh tempo, kami siap menawarkan produk ini," ujarnya.

Produk ini akan dipasarkan di seluruh wilayah di Indonesia melalui 36 kantor operasional, termasuk kerja sama dengan 50 bank mitra. Saat ini, produk liability doctor telah beredar di Surabaya, Medan, Bandung, dan kota-kota besar lainnya.

Selain tu, dalam memasarkan produk tersebut, Askrida juga menggandeng sejumlah rumah sakit dan asosiasi profesi terkait, seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Sebagai tahap awal, liability doctor hanya tersedia untuk asuransi berprinsip syariah.

"Produk ini melindungi dokter dari gugatan hukum atas tuduhan mal-praktik. Kami akan memberikan pendampingan saat menjalani proses hukum nantinya," terangnya.

Sementara tiga produk lainnya yang menunggu perizinan OJK adalah asuransi perjalanan, alat berat, dan peralatan elektronik. Ketiganya ditargetkan dapat dipasarkan di semester II tahun ini.

Perseroan fokus menjadikan diversifikasi produk baru ini untuk menjaga loyalitas nasabah, baik melewati bank ataupun broker (direct market). Sedangkan kontributor utama premi masih dari produk personal accident sebesar 60% dari total premi.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kejagung Tetapkan Dirut...
Kejagung Tetapkan Dirut PT PRM Tersangka Korupsi PT Asuransi Jiwa Taspen
Bisnis Asuransi Mulai...
Bisnis Asuransi Mulai Dilirik Manager Terkena PHK saat Pendemi Covid-19
Askrindo Berikan Perlindungan...
Askrindo Berikan Perlindungan Wisatawan di Tempat Wisata
Asuransi Generali Bayar...
Asuransi Generali Bayar Klaim Covid Sebesar Rp32,9 Miliar
Generali Indonesia Salurkan...
Generali Indonesia Salurkan Klaim Asuransi Covid-19 Senilai Rp20,2 M
Setengah Abad Askrindo,...
Setengah Abad Askrindo, Hadir Semakin Nyata Bagi Negeri
Berita Terkini
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
30 menit yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
50 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
1 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
1 jam yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
1 jam yang lalu
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
1 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved