Organda Solo Minta Penyelarasan Tarif Angkutan

Selasa, 05 Agustus 2014 - 19:38 WIB
Organda Solo Minta Penyelarasan...
Organda Solo Minta Penyelarasan Tarif Angkutan
A A A
SOLO - Organinasi Angkutan Darat (Organda) Kota Solo, berharap agar pemerintah melakukan penyelaraan tari angkutan umum di Kota Solo dan sekitarnya. Penyelarasan tari itu dilakukan seiringa adanya kebijakan pembatasan pembelian BBM Bersubsidi yang dialkukan oleh Pemerintah.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Kota Solo, Joko Suprapto menyebutkan, pembatasan waktu pembelian BBM bersubisidi yang diterapakan oleh pemerintah itu sangat menyulitkan pengusaha angkutan. Menurutnya biaya operasional angkutan itu sangat tinggi jika mengacu pada penerapan pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah.

Seperti diketahui, untuk pukul 08.00 WIB hingga pukul 18.00 Harga BBM bersubsisi jenis solar dijual seharga Rp5.500 sedangkan untuk diluar pukul itu harga yang diterapkan sebesar Rp12.900 untuk setip liter.

Dengan mengacu pada harga BBM itu maka biaya operasional bakal naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan untuk sebelumnya. Biaya peningkatan operasional itu akan dirasakan oleh bus-bus Antar Kota antar Propinisi (AKAP) yang biasanya beroperasi malam hari.

“Kalau bus AKAP itu sangat terasa sekali karena mereka operasi malam hari otomatis mengisi BBM malam hari yang harganya sangat tinggi,” ucapnya.

Dengan seperti itu pihaknya berharap agar pemerintah segera melakukan penyelarasan tarif angkutan umum terutama untuk Bus AKAP dalam waktu dekat ini. Jika tidak nantinya akan membuat para pengusahaha angkutan gulung tikar. Yang nantinya menimbulkan efek buruk bagi masyarakat pengguna angkutan umum.

“Kita berharap agar tarif itu dinaikkan, karena kita tidak bisa menaikkan tarif secara mandiri, sehingga kami minta pengertiannya kepada pemerintah. Atau kalau tidak kebijakan pembatasan BBM itu batal diterapkan, itu jauh lebih baik,” ucapnya.

Sementara itu, pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Solo, masih melakukan penerapan berbeda atas kebijakan tersebut. Pengelola SPBU Sekarpace, Joko Supeno, mengaku masih menunggu surat resmi yang akan dikeluarkan oleh Pemerintah.

Surat resmi itu nantinya bakal disiapkan untuk menghadapi para sopir angkutan orang maupun angkutan barang yang akan membeli BBM. Pasalnya belum semua sopir tahu tentang pembatasan BBM yang mulai diterapkan.

Pengelola SPBU Cangklik, Afiah Ghalib mengatakan, pihaknya sudah mulai menerapkan kebijakan itu sejak Senin pagi. menurutnya di SPBU miliknya itu BBM bersubsidi hanya dijual pada waktu yang ditentukan. Setelah jam yang ditentukan, dispenser BBM bersubsidi bakal dimatikan dan oihaknya langsung menjual Solar non subsidi dalam bentuk jerigen.

“Setelah waktunya habis, kita langsung jual Pertamina Dex dalam bentuk jerigen,” ucapnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah akan Batasi...
Pemerintah akan Batasi Pembelian BBM Subsidi Mulai 1 Oktober 2024
PBOIN Tolak Pembatasan...
PBOIN Tolak Pembatasan BBM Bersubsidi
Pembatasan BBM Subsidi...
Pembatasan BBM Subsidi lewat MyPertamina
Daftar Mobil yang Dilarang...
Daftar Mobil yang Dilarang Konsumsi Pertalite Mulai September 2022
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Berlakukan Pembatasan BBM Subsidi
Pembatasan Pembelian...
Pembatasan Pembelian BBM Subsidi Masih Tersendat Aturan
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
40 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
6 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved