Lebih Baik Harga BBM Bersubsidi Dinaikkan

Rabu, 06 Agustus 2014 - 19:42 WIB
Lebih Baik Harga BBM...
Lebih Baik Harga BBM Bersubsidi Dinaikkan
A A A
SOLO - Kalangan supir truk angkutan barang yang ada di Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng) lebih memilih agar pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar dibanding melakukan pembatasan pembelian seperti saat ini.

Salah seorang supir Truk ekspedisi, Maryono ketika ditemui di kawasan Pedaringan Solo, menyebutkan menaikkan harga BBM lebih rasional. Pasalnya supir dan awak angkutan mampu menentukan besaran biaya operasional truk secara tepat.

Sehingga, hal itu tidak merugikan awak angkutan maupun pihak pelanggan yang menggunakan jasa ekspedisi. Pihaknya mengaku bingung dengan penerapan pembatasan BBM pada saat ini. Di mana BBM jenis solar subisidi hanya dijual pada pukul 08.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB dengan harga per liternya Rp5.500.

Di luar jam tersebut, harga akan berubah menjadi Rp13.300 per liter. Padahal, untuk jenis kendaraan ekspedisi, hampir 24 jam penuh kendaraan mereka selalu beroperasi, sehingga pembatasan itu akan mengubah biaya operasional dari yang sudah ada.

"Kita contohkan saja jika berangkat mengirim barang ke Bali, dari Solo siang hari dengan tangki BBM penuh, sampai wilayah Situbondo pada dinihari BBM sudah habis dan harus mengisi lagi, padahal harganya berbeda," tuturnya.

Atas latar belakang itu, pihaknya meminta pemerintah untuk menaikkan harga BBM dibandingkan melakukan pembatasan. Dengan menaikkan harga BBM nantinya akan diketahui hitungan pasti berapa biaya operasional setiap angkutan yang berangkat karena harga BBM-nya sama antara siang dan malam hari.

Hal senada juga diungkapkan supir lainnya, Pramono, menurutnya dengan menaikkan harga BBM pihaknya tidak lagi bingung menentukan harga kepada para pelanggan. Selain itu, pelanggan pasti akan memaklumi harga yang mereka tawarkan karena sudah mengetahui harga BBM naik.

"Kalau saat ini kita menentukan harga tinggi, pelangan malah kabur padahal hitung-hitungannya sudah kita sesuaikan dengan sistem pembatasan BBM," ucapnya.

Sementara, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Solo, Joko Suprapto juga berharap seperti itu.

Menurutnya, lebih baik BBM dinaikkan daripada dibatasi. Namun, waktu menaikkan BBM tidak dilakukan sekarang, sebaiknya beberapa bulan ke depan agar pihak angkutan bisa mempersiapkan diri dan mempersiapkan sarana dan prasarana penunjang.

"Kalau jelas dinaikkan malah enak, tidak rancu seperti saat ini, kita bisa siap-siap dahulu, habis itu pemerintah baru ketok palu," jelasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah akan Batasi...
Pemerintah akan Batasi Pembelian BBM Subsidi Mulai 1 Oktober 2024
Pembatasan BBM Subsidi...
Pembatasan BBM Subsidi lewat MyPertamina
PBOIN Tolak Pembatasan...
PBOIN Tolak Pembatasan BBM Bersubsidi
Daftar Mobil yang Dilarang...
Daftar Mobil yang Dilarang Konsumsi Pertalite Mulai September 2022
Pembatasan Pembelian...
Pembatasan Pembelian BBM Subsidi Masih Tersendat Aturan
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Berlakukan Pembatasan BBM Subsidi
Berita Terkini
Daftar 7 Negara OPEC+...
Daftar 7 Negara OPEC+ yang Buka Keran Minyak, Intip Angkanya
21 menit yang lalu
Dunia Tak Lagi Takut...
Dunia Tak Lagi Takut Ancaman Gejolak Selat Hormuz imbas Perang AS-Iran, Apa Rahasianya?
1 jam yang lalu
Kapal Tanker Pertamina...
Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz, Komitmen Jaga Pasokan Energi Nasional
10 jam yang lalu
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
10 jam yang lalu
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
11 jam yang lalu
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved