Jero: Pengemudi Tak Mau Beli BBM di Tol
Kamis, 07 Agustus 2014 - 12:31 WIB
Jero: Pengemudi Tak Mau Beli BBM di Tol
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik mengaku telah memantau implementasi kebijakan tidak menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis premium di jalan tol.
Dalam pantauannya, pengemudi ada yang tidak jadi membeli BBM di dalam tol karena yang tersedia hanya pertamax dan pertamax plus yang harganya jauh lebih mahal.
Dia memaklumi kelakuan pengemudi tersebut yang akan mengisi premium di luar jalan tol. Jero juga tidak ingin memaksa dan melarang pengemudi tersebut untuk mengisi premium.
"Ada beberapa pengemudi supir, dikasih tahu adanya cuma pertamax mereka enggaK jadi mengisi, nanti mengisi di Bogor dan Bandung. Jarum penunjuk BBM masih cukup, nanti Saja beli (di luar tol)," ucap Jero di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (7/8/2014).
Menurutnya, masyarakat tidak marah dengan pembatasan penjualan premium di jalan tol. Masyarakat hanya tidak membeli walaupun ada sebagian yang rela mengisi mobil mereka dengan pertamax.
"Sebagian besar ada juga yang mengisi. Memang kebijakan ini sedikit mengganggu, tapi BBM subsidi harus dikendalikan," tegasnya.
Jero meminta agar masyarakat yang terganggu ikut mengerti kebijakan yang diambil pemerintah. Jika ini tidak dilakukan maka kuota BBM subsidi tidak akan cukup hingga akhir tahun.
"Memang mengganggu yang lain, tapi dari pada tidak dikendalikan habis November BBM subsidi. Memang diskriminasi ya yang kaya kenalah, yang miskin tidak. Semua kebijakan memang berpengaruh," pungkas dia.
Dalam pantauannya, pengemudi ada yang tidak jadi membeli BBM di dalam tol karena yang tersedia hanya pertamax dan pertamax plus yang harganya jauh lebih mahal.
Dia memaklumi kelakuan pengemudi tersebut yang akan mengisi premium di luar jalan tol. Jero juga tidak ingin memaksa dan melarang pengemudi tersebut untuk mengisi premium.
"Ada beberapa pengemudi supir, dikasih tahu adanya cuma pertamax mereka enggaK jadi mengisi, nanti mengisi di Bogor dan Bandung. Jarum penunjuk BBM masih cukup, nanti Saja beli (di luar tol)," ucap Jero di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (7/8/2014).
Menurutnya, masyarakat tidak marah dengan pembatasan penjualan premium di jalan tol. Masyarakat hanya tidak membeli walaupun ada sebagian yang rela mengisi mobil mereka dengan pertamax.
"Sebagian besar ada juga yang mengisi. Memang kebijakan ini sedikit mengganggu, tapi BBM subsidi harus dikendalikan," tegasnya.
Jero meminta agar masyarakat yang terganggu ikut mengerti kebijakan yang diambil pemerintah. Jika ini tidak dilakukan maka kuota BBM subsidi tidak akan cukup hingga akhir tahun.
"Memang mengganggu yang lain, tapi dari pada tidak dikendalikan habis November BBM subsidi. Memang diskriminasi ya yang kaya kenalah, yang miskin tidak. Semua kebijakan memang berpengaruh," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :