Rupiah Ditutup Loyo Dekati Rp11.800/USD
Kamis, 07 Agustus 2014 - 16:29 WIB
Rupiah Ditutup Loyo Dekati Rp11.800/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup makin loyo mendekati level Rp11.800 per USD di tengah berhasilnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) balik arah menguat pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp11.796 per USD. Posisi ini terdepresiasi 45 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp11.751 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.733 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat pada level Rp11.733 per USD dan terlemah pada level Rp11.816 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini di level Rp11.796 per USD, dengan kisaran harian Rp11.750-Rp11.830 per USD. Posisi tersebut juga merosot 45 poin dibanding posisi Rabu (6/8/2014) di level Rp11.751 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah sore ini pada level Rp11.824 per USD. Posisi ini susut 86 poin dibanding kemarin di level Rp11.738.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp11.766 per USD. Posisi ini melemah 10 poin dibandingkan penutupan kemarin di level Rp11.756 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini dipengaruhi sentimen negatif dari global terutama dari kondisi geopolitik di dunia.
"Memburuknya sentimen glonal terkait meningkatnya ketegangan geopolitik internasional terkait invasi Rusia di Ukraina dan konflik di Timur Tengah akan berdampak pada menurunnya risk appetite pelaku pasar hari ini," kata dia, Kamis (7/8/2014).
Hal itu, dia menuturkan, mendorong meningkatnya permintaan mata uang negara Abang Sam tersebut sebagai aset aman (safe haven currency).
Sementara IHSG sore ini berhasil balik arah menguat di tengah masih betahnya bursa Asia di zona merah. IHSG menguat tipis 8,75 poin atau 0,17% ke level 5.066,98.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp11.796 per USD. Posisi ini terdepresiasi 45 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp11.751 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.733 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat pada level Rp11.733 per USD dan terlemah pada level Rp11.816 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini di level Rp11.796 per USD, dengan kisaran harian Rp11.750-Rp11.830 per USD. Posisi tersebut juga merosot 45 poin dibanding posisi Rabu (6/8/2014) di level Rp11.751 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah sore ini pada level Rp11.824 per USD. Posisi ini susut 86 poin dibanding kemarin di level Rp11.738.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp11.766 per USD. Posisi ini melemah 10 poin dibandingkan penutupan kemarin di level Rp11.756 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini dipengaruhi sentimen negatif dari global terutama dari kondisi geopolitik di dunia.
"Memburuknya sentimen glonal terkait meningkatnya ketegangan geopolitik internasional terkait invasi Rusia di Ukraina dan konflik di Timur Tengah akan berdampak pada menurunnya risk appetite pelaku pasar hari ini," kata dia, Kamis (7/8/2014).
Hal itu, dia menuturkan, mendorong meningkatnya permintaan mata uang negara Abang Sam tersebut sebagai aset aman (safe haven currency).
Sementara IHSG sore ini berhasil balik arah menguat di tengah masih betahnya bursa Asia di zona merah. IHSG menguat tipis 8,75 poin atau 0,17% ke level 5.066,98.
(rna)