Jika Aksi Beli Berlanjut, IHSG Kembali Positif
Jum'at, 08 Agustus 2014 - 08:29 WIB
Jika Aksi Beli Berlanjut, IHSG Kembali Positif
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini diprediksi akan kembali bergerak positif jika didukung aksi beli oleh pelaku pasar.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, pola spinning dekati lower bollinger band (LBB). MACD cenderung turun dengan histogram positif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R melanjutkan penurunan.
Menurut dia, laju IHSG mampu bertahan untuk tidak masuk pada kisaran target support 5.025-5.035 seiring adanya daya beli yang menahan pelemahan. Dengan asumsi pembelian masih akan berlanjut maka laju IHSG akan berpeluang kembali melanjutkan penguatannya.
“Namun, tetap cermati sentimen yang ada terutama jika ada pihak-pihak yang memanfaatkan sentimen dari sidang MK untuk melakukan sell-off,“ kata dia, Jumat (8/8/2014).
Dia memperkirakan, IHSG hari ini akan berada pada rentang support 5.025-5.035 dan resisten pada rentang 5.075-5.095.
IHSG kemarin pasca bergerak melemah, akhirnya dapat kembali mencicipi teritori hijau meski di tengah laju bursa saham Asia yang mayoritas memerah. Meski rupiah masih melanjutkan pelemahannya dan asing yang masih doyan jualan, tidak menghalangi IHSG bertengger di zona merah dengan dukungan hampir mayoritas indeks sektoral yang menghijau, terutama pertambangan yang secara persentase memimpin penguatan.
“Tidak hanya itu, pernyataan MenKeu yang percaya diri bahwa Indonesia tidak akan bernasib seperti Argentina, turut direspon positif,“ imbuh Reza.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 5.068,72 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 5.043,53 di mid sesi 1 dan berakhir di level 5066,98. Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, pola spinning dekati lower bollinger band (LBB). MACD cenderung turun dengan histogram positif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R melanjutkan penurunan.
Menurut dia, laju IHSG mampu bertahan untuk tidak masuk pada kisaran target support 5.025-5.035 seiring adanya daya beli yang menahan pelemahan. Dengan asumsi pembelian masih akan berlanjut maka laju IHSG akan berpeluang kembali melanjutkan penguatannya.
“Namun, tetap cermati sentimen yang ada terutama jika ada pihak-pihak yang memanfaatkan sentimen dari sidang MK untuk melakukan sell-off,“ kata dia, Jumat (8/8/2014).
Dia memperkirakan, IHSG hari ini akan berada pada rentang support 5.025-5.035 dan resisten pada rentang 5.075-5.095.
IHSG kemarin pasca bergerak melemah, akhirnya dapat kembali mencicipi teritori hijau meski di tengah laju bursa saham Asia yang mayoritas memerah. Meski rupiah masih melanjutkan pelemahannya dan asing yang masih doyan jualan, tidak menghalangi IHSG bertengger di zona merah dengan dukungan hampir mayoritas indeks sektoral yang menghijau, terutama pertambangan yang secara persentase memimpin penguatan.
“Tidak hanya itu, pernyataan MenKeu yang percaya diri bahwa Indonesia tidak akan bernasib seperti Argentina, turut direspon positif,“ imbuh Reza.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 5.068,72 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 5.043,53 di mid sesi 1 dan berakhir di level 5066,98. Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
(rna)
Lihat Juga :