Semarang Perbanyak Agenda Wisata untuk Tingkatkan Kunjungan
Selasa, 12 Agustus 2014 - 18:40 WIB
Semarang Perbanyak Agenda Wisata untuk Tingkatkan Kunjungan
A
A
A
SEMARANG - Objek wisata di Kota Semarang diakui atau tidak hanya itu-itu saja. Namun demikian bukan berarti Kota Semarang tidak bisa menjadi jujukan wisatawan baik lokal maupun internasional.
Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, pengembangan pariwisata menjadi salah satu dari skala prioritas untuk mengembangkan Kota Semarang, karena melalui pariwisata akan banyak manfaatnya terutama pertumbuhan sektor ekonomi bagi masyarkat.
Dia mengaku, objek wisata di Kota Semarang memang terbatas, tetapi dari sisi pendukung seperti Hotel, Apartemen, dan fasilitas lainnya sudah cukup siap.
“Memang obyeknya itu-itu saja, seperti Lawang Sewu, Kota Lama, Sam Po Kong, dan Bonbin Mangkang, dan lainnya, tetapi bukan berarti Kota Semarang tidak bisa menjadi tujuan wisata,“ katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (12/8/2014).
Oleh sebab itu kata Hendi, dibutuhkan beberapa agenda khusus untuk bisa menarik orang datang ke Kota Semarang. Salah satu yang saat ini terus dilakukan adalah dengan menggandeng seluruh stakeholder di Kota Semarang untuk membuat agenda wisata.
Agenda wisata bisa dilakukan setiap hari Sabtu dan Minggu, mengingat setiap akhir pekan Kota Semarang justru sepi pengunjung, karena rata-rata lari ke Solo dan Jogjakarta.
”Karena objek kita terbatas maka kita harus menciptakan agenda wisata yang bisa menarik, wisatawan, seperti Semarang Night Carnival, Festival getek, dugderan, lampion, dan lainnya. Jangan sampai ada hotel banyak tetapi tidak ada yang datang lama-lama bisa bangkrut,” ujarnya.
Dia menambahkan, salah satu potensi wisata yang saat ini sedang digarap oleh Pemkot Semarang adalah Waduk Jatibarang. Dengan selesainya pembangunan waduk Jatibarang, pihaknya sedang mempersiapkan masyarkat Kelurahan Kandri untuk berbenah.
“Kelurahan Kandri kita siapkan menjadi desa wisata, oleh sebab itu potensi yang ada kita gali, mulai dari kesenian, hingga kulinernya,” tambahnya.
Kemudian, yang saat ini ditunggu-tunggu untuk meningkatkan kunjungan ke Kota Semarang adalah masuknya trans Studio. Dimana saat ini sudah menentukan lokasi dan tinggal menunggu MoU antara Pemkot dengan pihak Trans Studio.
“Kita harapkan ini (trans Studio) bisa segera terealisasi, sehingga menjadi potensi wisata besar bagi Kota Semarang,” imbuhnya.
Ketua Asosiasi Travel Agen Wisata Indonesia (ASITA) Jateng Joko Suratno mengaku, sebenarnya agen-agen travel di beberapa daerah, seperti Bali, Jakarta, dan Jawa Barat, cukup tertarik untuk menjual wisata yang ada di Kota Semarang kepada wisatawan asing.
Salah satu yang cukup diminati adalah Kota Lama Semarang. Menurut Dia Kota Lama memiliki potensi besar, mengingat wisatawan asing sangat menyukai bangunan-bangunan kuno.
Joko Suyatno berharap, pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata, memiliki gebrakan yang signifikan untuk meningkatkan kunjungan wisata tidak hanya sebatas wacana.
“Kami dari pelaku wisata, hanya bisa menungu gebrakan dari pemerintah untuk memaksimalkan potensi wisata yang ada. Jika potensi wisata mampu dimaksimalkan kami pun tidak akan kesulitan untuk mendatangkan wisatawan,” katanya.
Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, pengembangan pariwisata menjadi salah satu dari skala prioritas untuk mengembangkan Kota Semarang, karena melalui pariwisata akan banyak manfaatnya terutama pertumbuhan sektor ekonomi bagi masyarkat.
Dia mengaku, objek wisata di Kota Semarang memang terbatas, tetapi dari sisi pendukung seperti Hotel, Apartemen, dan fasilitas lainnya sudah cukup siap.
“Memang obyeknya itu-itu saja, seperti Lawang Sewu, Kota Lama, Sam Po Kong, dan Bonbin Mangkang, dan lainnya, tetapi bukan berarti Kota Semarang tidak bisa menjadi tujuan wisata,“ katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (12/8/2014).
Oleh sebab itu kata Hendi, dibutuhkan beberapa agenda khusus untuk bisa menarik orang datang ke Kota Semarang. Salah satu yang saat ini terus dilakukan adalah dengan menggandeng seluruh stakeholder di Kota Semarang untuk membuat agenda wisata.
Agenda wisata bisa dilakukan setiap hari Sabtu dan Minggu, mengingat setiap akhir pekan Kota Semarang justru sepi pengunjung, karena rata-rata lari ke Solo dan Jogjakarta.
”Karena objek kita terbatas maka kita harus menciptakan agenda wisata yang bisa menarik, wisatawan, seperti Semarang Night Carnival, Festival getek, dugderan, lampion, dan lainnya. Jangan sampai ada hotel banyak tetapi tidak ada yang datang lama-lama bisa bangkrut,” ujarnya.
Dia menambahkan, salah satu potensi wisata yang saat ini sedang digarap oleh Pemkot Semarang adalah Waduk Jatibarang. Dengan selesainya pembangunan waduk Jatibarang, pihaknya sedang mempersiapkan masyarkat Kelurahan Kandri untuk berbenah.
“Kelurahan Kandri kita siapkan menjadi desa wisata, oleh sebab itu potensi yang ada kita gali, mulai dari kesenian, hingga kulinernya,” tambahnya.
Kemudian, yang saat ini ditunggu-tunggu untuk meningkatkan kunjungan ke Kota Semarang adalah masuknya trans Studio. Dimana saat ini sudah menentukan lokasi dan tinggal menunggu MoU antara Pemkot dengan pihak Trans Studio.
“Kita harapkan ini (trans Studio) bisa segera terealisasi, sehingga menjadi potensi wisata besar bagi Kota Semarang,” imbuhnya.
Ketua Asosiasi Travel Agen Wisata Indonesia (ASITA) Jateng Joko Suratno mengaku, sebenarnya agen-agen travel di beberapa daerah, seperti Bali, Jakarta, dan Jawa Barat, cukup tertarik untuk menjual wisata yang ada di Kota Semarang kepada wisatawan asing.
Salah satu yang cukup diminati adalah Kota Lama Semarang. Menurut Dia Kota Lama memiliki potensi besar, mengingat wisatawan asing sangat menyukai bangunan-bangunan kuno.
Joko Suyatno berharap, pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata, memiliki gebrakan yang signifikan untuk meningkatkan kunjungan wisata tidak hanya sebatas wacana.
“Kami dari pelaku wisata, hanya bisa menungu gebrakan dari pemerintah untuk memaksimalkan potensi wisata yang ada. Jika potensi wisata mampu dimaksimalkan kami pun tidak akan kesulitan untuk mendatangkan wisatawan,” katanya.
(gpr)
Lihat Juga :