Produksi Semen di Jateng Belum Cukupi Kebutuhan

Rabu, 13 Agustus 2014 - 19:41 WIB
Produksi Semen di Jateng...
Produksi Semen di Jateng Belum Cukupi Kebutuhan
A A A
SEMARANG - Kebutuhan dan pangsa pasar semen di Indonesia semakin tinggi dari tahun ke tahun. Tak terkecuali di Jawa Tengah, kapasitas produksi yang ada masih belum mencukupi kebutuhan.

Data yang dilansir Asosiasi Semen Indonesia (ASI), pangsa pasar semen di Indonesia pada 2013 didominasi Jawa dengan 56%, disusul Sumatera 21%, Kalimantan 8%, Sulawesi 7%, Bali-Nusatenggara 6% dan Maluku-Papua 2%. Totalnya 58,023,623 ton atau 5,6%.

Sementara kebutuhan semen di Jawa, untuk Jabar-DKI Jakarta 21,5 juta ton namun kapasitas hanya 17,47 ton, Jawa Tengah dan DIY kebutuhan 7,84 juta ton tapi hanya punya kapasitas 2,5 juta ton dan Jawa Timur kebutuhan 7,41 juta ton semen dengan kapasitas 12 juta ton.

"Kebutuhan itu diperlukan untuk bangun perumahan dan apartemen, khususnya di kota-kota besar. Termasuk pembangunan infrastruktur," ungkap Ketua ASI Widodo Santoso saat pertemuan dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Gubernuran Kota Semarang, Rabu (13/8/2014).

Menurutnya, pendirian sebuah pabrik semen dengan kapasitas besar tidak bisa selesai dalam 1-2 tahun. Rata-rata paling cepat dibangun membutuhkan waktu 3 tahun.

"Pabrik semen juga alternatif untuk mengurangi emisi limbah B3. Untuk perekonomian juga sangat membantu," lanjutnya.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng, Teguh Dwi Paryono mengatakan, potensi gamping di Jateng sangat prospektif, bahkan bisa sampai 100 tahun.

"Potensinya ada. Tapi kalau dilihat daya dukung, tidak bisa apakah di satu kawasan ada 5 pabrik semen, kan enggak bisa. Tapi kalau ditanya potensi, Jateng potensial sekali," ungkapnya.

Itulah yang membuat pihaknya selektif. Mencari yang kecil dampak sosialnya namun tinggi secara ekonomi. Ini juga mengingat pada PP 26/2008 tentang RTRW Nasional kawasan karst hanya boleh diperuntukan untuk litbang dan pariwisata.

Geolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Agus Hendratno mengatakan, perusahaan semen diminta memperkuat pendekatan sosial budaya kepada masyarakat setempat jika akan memulai pembangunan pabrik baru.

"Amdal memang ada kajian. Tapi bisa jadi sebelum izin keluar, pendekatan sudah dilakukan. Contoh; Banyumas, sedekah sudah dilakukan, itu pendekatan moral dan budaya. Jika nantinya disetujui itu berkah, kalau tidak ya sedekah," ungkapnya yang turut hadir dalam pertemuan itu.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sambut Lebaran, SIG...
Sambut Lebaran, SIG Salurkan 64.601 Paket Kebutuhan Pokok
SIG Hadirkan Layanan...
SIG Hadirkan Layanan Ready Mix Go to Retail Berbasis Online
Industri Semen di Indonesia...
Industri Semen di Indonesia Kelebihan Pasokan, Kemenperin Moratorium Investasi Baru
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Tembus Pasar China dan...
Tembus Pasar China dan Malaysia, Semen Gresik Kerek Target Ekspor Klinker
PT Semen Tonasa Pasang...
PT Semen Tonasa Pasang PLTS di Area Pabrik Tonasa 5
Berita Terkini
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
6 jam yang lalu
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
6 jam yang lalu
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
7 jam yang lalu
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
7 jam yang lalu
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
8 jam yang lalu
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
8 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved