Tembus Pasar China dan Malaysia, Semen Gresik Kerek Target Ekspor Klinker
Sabtu, 26 September 2020 - 17:47 WIB
loading...
Pascapandemi Covid-19, Semen Gresik (SG) ingin meningkatkan pasokan klinker atau produk setengah jadi semen ke China yang kebutuhannya mencapai 18 juta ton/tahun. Foto/Dok
A
A
A
REMBANG - Pascapandemi Covid-19, Semen Gresik (SG) ingin meningkatkan pasokan klinker atau produk setengah jadi semen ke China yang kebutuhannya mencapai 18 juta ton/tahun. Saat ini SG baru memasok sekitar satu persen dari total kebutuhan klinkernya, dan tahun ini akan mentargetkan angka ekspor klinker ke China mencapai 5%.
(Baca Juga: Tiga Tahun Beroperasi di Rembang, Apa Kontribusi Semen Gresik? )
“Di China proyek infrastuktur tetap dilanjutkan meski masih kondisi pandemi, sehingga kebutuhan bahan baku semen masih tinggi. Tahun lalu saja kebutuhannya mencapai 20 juta ton, namun diperkirakan saat pandemi turun mencapai 15-18 juta ton,” kata Senior Manager of Export Sales Semen Indonesia Group (SIG) Fifit Abriyanto.
Menurut Fifit, nilai ekspor produk klinker ke China dan Malaysia sebagai target pengguna, ditargetkan dapat menyerap devisa bagi negara hingga ratusan miliar rupiah.
"Pada awal tahun ini, Semen Gresik sempat mengalami penurunan kuantitas ekspor yang disebabkan oleh pandemi dan proyek dredging yang dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pelabuhan. Seiring dengan selesainya proyek tersebut dan penanganan pandemi oleh negara-negara di dunia terutama China, ekspor kini sudah mulai meningkat sejak Juni 2020," ungkapnya.
(Baca Juga: Tiga Tahun Beroperasi di Rembang, Apa Kontribusi Semen Gresik? )
“Di China proyek infrastuktur tetap dilanjutkan meski masih kondisi pandemi, sehingga kebutuhan bahan baku semen masih tinggi. Tahun lalu saja kebutuhannya mencapai 20 juta ton, namun diperkirakan saat pandemi turun mencapai 15-18 juta ton,” kata Senior Manager of Export Sales Semen Indonesia Group (SIG) Fifit Abriyanto.
Menurut Fifit, nilai ekspor produk klinker ke China dan Malaysia sebagai target pengguna, ditargetkan dapat menyerap devisa bagi negara hingga ratusan miliar rupiah.
"Pada awal tahun ini, Semen Gresik sempat mengalami penurunan kuantitas ekspor yang disebabkan oleh pandemi dan proyek dredging yang dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pelabuhan. Seiring dengan selesainya proyek tersebut dan penanganan pandemi oleh negara-negara di dunia terutama China, ekspor kini sudah mulai meningkat sejak Juni 2020," ungkapnya.
Lihat Juga :