SP Pertamina Nilai Audit Harga Solar Tak Tepat

Kamis, 14 Agustus 2014 - 14:47 WIB
SP Pertamina Nilai Audit...
SP Pertamina Nilai Audit Harga Solar Tak Tepat
A A A
JAKARTA - Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menganggap permintaan Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan agar harga penjualan solar dari PT Pertamina (persero) kepada PT PLN (persero) diaudit kembali tidak tepat.

"Kami Serikat Pekerja Pertamina, tidak mengerti kenapa beliau menganjurkan dilakukan audit kembali, sementara hasil audit BPKP adalah atas permintaan pihak PLN terhadap harga Pertamina para 2013 dan nyatanya justru diabaikan oleh PLN," Kata Presiden FSPPB Pertamina Ugan Gandar di Jakarta, Kamis (14/9/2014).

Menurut dia, permintaan dilakukannya audit oleh Kementerian Keuangan seolah-olah tidak percaya terhadap hasil BPKP 2013. "Kalau tidak percaya untuk apa Dirjen Anggaran minta harga solar Pertamina diaudit kembali oleh BPKP untuk harga yg tahun 2014," imbuh dia.

Bagi pekerja Pertamina sebelum BPKP melakukan audit harga Pertamina, seharusnya BPKP mempertanyakan Kemenkeu, sejauhmana mereka percaya terhadap kredibilitas BPKP.

"Bagi kami Pekerja Pertamina pasti setuju-setuju saja harga yang ditawarkan ke PLN diaudit, namun jangan sampai kemudian ada tangan besi yang ikut mengarahkan BPKP yang ujung ujung-ujungnya hasil audit akan merugikan Pertamina," tandasnya.

Menurut Ugan, semua pihak harus profesional jika hasil audit harga solar keekonomian yang ditawarkan Pertamina ternyata di bawah harga kesepakatan sekarang, maka Pertamina harus siap menurunkan harga. Sebaliknya, jika ternyata hasil auditnya lebih tinggi dari harga yang ditawarkan, maka Dirjen Anggaran dan PLN harus setuju terhadap kenaikan tersebut dan harus percaya.

Kalangan pekerja Pertamina pun meminta Kementrian Keuangan untuk bersikap adil terhadap kedua perusahaan Pertamina dan PLN. Salah satunya dengan meminta BPKP untuk mengaudit PLN terkait penetapan tarif maupun terhadap penggunaan subsidi pemerintah, sehingga kesan keberpihakan Kemenkeu terhadap PLN bisa dianulir.

Pertamina, menurut Ugan, tidak ada niatan untuk mempersulit masyarakat dengan menyetop pasokan solar ke PLN yang dapat mengakibatkan pemadaman listrik. "Jangan permasalahkan akibat tetapi coba pelajari penyebabnya," kata Ugan.

Seperti diketahui, sekalipun kedua perusahaan ini sama-sama BUMN, namun untuk masalah pembelian Solar dan MFO dari Pertamina harus dilakukan dengan mekanisme busines to business karena PLN atas keputusan pemerintah dan disetujui DPR RI menggunakan non-subsidi dan PLN memiliki peluang untuk membelinya bukan hanya dari Pertamina melalui tender.

Terkait itu, di beberapa titik pasokan, Pertamina ikut tender dan menang, namun ada juga yang kalah. Meski demikian, ketika penyuplai tersebut tidak mampu memasok ke PLN, maka perusahaan ini minta Pertamina yang menyuplai.

Serikat pekerja, lanjut Ugan, menyesalkan pernyataan Dirjen Anggaran di beberapa media cetak yang menyatakan akan mengaudit Pertamina terkait pernyataan pertamina bahwa Pertamina mengalami kerugian ketika menjual solar ke PLN.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Pertamina EP Donggi...
Pertamina EP Donggi Matindok Field Dorong Perekonomian Kelompok Wanita Banggai
PEP Prabumulih Field...
PEP Prabumulih Field Dukung Gerakan Ketahanan Pangan
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
1 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
3 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved