Raup Rp180 Juta per Bulan, Azlina Jadi Inspirasi Perempuan UMKM
Selasa, 22 April 2025 - 22:09 WIB
loading...
Azlina adalah bukti nyata bahwa dengan semangat, ketekunan, dan dukungan yang tepat, perempuan bisa bangkit dari keterpurukan dan menjadi agen perubahan yang kuat dalam lingkungannya. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 membawa perubahan besar bagi Azlina (36 tahun), warga asal Payakumbuh, Sumatera Barat. Usaha konveksi yang sebelumnya ia jalankan bersama keluarga terpaksa tutup akibat sepinya pesanan.
Namun kondisi itu tidak membuatnya menyerah. Berbekal resep masakan warisan ibunya, Azlina memulai usaha warung makan yang kini menghasilkan omzet hingga Rp180 juta per bulan.
“Waktu pandemi, usaha konveksi benar-benar berhenti karena tidak ada yang pesan. Akhirnya saya coba jualan nasi dan lauk, ternyata banyak peminatnya,” ujar Azlina dalam keterangannya, Selasa (22/4/2025).
Baca Juga: Dana Rp3 Triliun Hasil Kolaborasi Siap Disalurkan ke Perempuan Pelaku Usaha Mikro
Tak memiliki keahlian memasak sebelumnya, Azlina belajar langsung dari ibunya untuk meracik bumbu khas Minang. Setelah merasa yakin dengan rasa masakannya, ia mulai membuka warung makan di lokasi strategis dekat sekolah dan perguruan tinggi.
Strategi pemilihan lokasi tersebut terbukti efektif. Pelanggannya didominasi pelajar, mahasiswa, dan karyawan sekitar. Dalam enam tahun, ia berhasil membuka dua cabang warung makan dan menambah jumlah karyawan dari dua menjadi tujuh orang. Menu yang ditawarkan pun semakin beragam, dengan harga terjangkau mulai dari Rp10.000 per porsi.
Namun kondisi itu tidak membuatnya menyerah. Berbekal resep masakan warisan ibunya, Azlina memulai usaha warung makan yang kini menghasilkan omzet hingga Rp180 juta per bulan.
“Waktu pandemi, usaha konveksi benar-benar berhenti karena tidak ada yang pesan. Akhirnya saya coba jualan nasi dan lauk, ternyata banyak peminatnya,” ujar Azlina dalam keterangannya, Selasa (22/4/2025).
Baca Juga: Dana Rp3 Triliun Hasil Kolaborasi Siap Disalurkan ke Perempuan Pelaku Usaha Mikro
Tak memiliki keahlian memasak sebelumnya, Azlina belajar langsung dari ibunya untuk meracik bumbu khas Minang. Setelah merasa yakin dengan rasa masakannya, ia mulai membuka warung makan di lokasi strategis dekat sekolah dan perguruan tinggi.
Strategi pemilihan lokasi tersebut terbukti efektif. Pelanggannya didominasi pelajar, mahasiswa, dan karyawan sekitar. Dalam enam tahun, ia berhasil membuka dua cabang warung makan dan menambah jumlah karyawan dari dua menjadi tujuh orang. Menu yang ditawarkan pun semakin beragam, dengan harga terjangkau mulai dari Rp10.000 per porsi.
Lihat Juga :