Rupiah Dibuka Melemah
Senin, 18 Agustus 2014 - 10:08 WIB
Rupiah Dibuka Melemah
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini dibuka melemah di tengah positifnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan hari ini.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini pada level Rp11.735 per USD. Posisi ini melemah 57 poin dibanding posisi hari sebelumnyadi level Rp11.678.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp11.732 per USD. Posisi tersebut juga melempem 57 poin dibanding posisi Jumat (15/8/2014) di level Rp11.675 per USD.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg dibuka pada level Rp11.678 per USD. Posisi ini sama dengan posisi penutupan akhir pekan lalu Rp11.678 per USD.
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp11.681 per USD. Posisi ini terapresiasi 12 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp11.693 per USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, meski laju sejumlah mata uang emerging market bergerak positif, namun laju rupiah kembali bergerak melemah.
"Penilaian masih masuknya Indonesia dalam kelompok fragile five, dan terdepresiasinya laju yen dan euro turut mempengaruhi laju rupiah yang tersalib USD," kata dia, Senin (18/8/2014).
Di sisi lain, dia menambahkan, tanggapan pelaku pasar terhadap pidato Presiden SBY, terutama terkait dengan perkiraan asumsi nilai rupiah yang berada di level Rp11.900 per USD, tampaknya ditanggapi negatif karena dinilai lebih rendah dalam RAPBN 2015 dan bahkan jauh lebih rendah dari asumsi APBN 2014 sebesar Rp10.500.
Sementara IHSG pagi ini dibuka berhasil menguat tipis seiring positifnya bursa global dan didukung aksi beli. IHSG naik 4,66 poin atau 0,09% ke level 5.153.62.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp22 miliar dengan 5 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp2,04 miliar. Tercatat 20 saham naik, 12 saham melemah dan 12 saham stagnan.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini pada level Rp11.735 per USD. Posisi ini melemah 57 poin dibanding posisi hari sebelumnyadi level Rp11.678.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp11.732 per USD. Posisi tersebut juga melempem 57 poin dibanding posisi Jumat (15/8/2014) di level Rp11.675 per USD.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg dibuka pada level Rp11.678 per USD. Posisi ini sama dengan posisi penutupan akhir pekan lalu Rp11.678 per USD.
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp11.681 per USD. Posisi ini terapresiasi 12 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp11.693 per USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, meski laju sejumlah mata uang emerging market bergerak positif, namun laju rupiah kembali bergerak melemah.
"Penilaian masih masuknya Indonesia dalam kelompok fragile five, dan terdepresiasinya laju yen dan euro turut mempengaruhi laju rupiah yang tersalib USD," kata dia, Senin (18/8/2014).
Di sisi lain, dia menambahkan, tanggapan pelaku pasar terhadap pidato Presiden SBY, terutama terkait dengan perkiraan asumsi nilai rupiah yang berada di level Rp11.900 per USD, tampaknya ditanggapi negatif karena dinilai lebih rendah dalam RAPBN 2015 dan bahkan jauh lebih rendah dari asumsi APBN 2014 sebesar Rp10.500.
Sementara IHSG pagi ini dibuka berhasil menguat tipis seiring positifnya bursa global dan didukung aksi beli. IHSG naik 4,66 poin atau 0,09% ke level 5.153.62.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp22 miliar dengan 5 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp2,04 miliar. Tercatat 20 saham naik, 12 saham melemah dan 12 saham stagnan.
(rna)