XL Catat Rugi Bersih Enam Bulan Rp482,5 M
Kamis, 21 Agustus 2014 - 10:49 WIB
XL Catat Rugi Bersih Enam Bulan Rp482,5 M
A
A
A
JAKARTA - PT XL Axiata Tbk (EXCL) sepanjang enam bulan pertama tahun ini mencatat rugi bersih sebesar Rp482,52 miliar. Sementara pada periode yang sama tahun lalu, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp670,43 miliar.
Rugi per saham dasar tercatat sebesar Rp57, sedangkan pada periode yang sama tahun lalu tercatat laba per saham dasar mencapai Rp79 per lembar.
Laporan keuangan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (21/8/2014) menujukkan bahwa kenaikan tipis pada pendapatan perusahaan dibarengi meningkatnya sejumlah beban dan rugi kurs.
Pada semester I/2014, pendapatan XL hanya tumbuh 12,24% menjadi Rp11,55 triliun dari semester I/2013 senilai Rp10,29 triliun. Sementara beban infrastruktur melonjak menjadi Rp4,02 triliun dari Rp2,81 triliun dan beban penyusutan bertambah menjadi Rp3,02 triliun dari Rp2,66 triliun.
Selain itu, beban gaji dan kesejahteraan karyawan naik menjadi Rp578,16 miliar dari Rp473,46 miliar, beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp335,4 miliar dari Rp263,54 miliar, beban amortisasi melonjak menjadi Rp251,3 miliar dari Rp53,28 miliar dan kerugian selisih kurs melesat menjadi Rp516,1 miliar dari Rp112,88 miliar.
Akibatnya, laba usaha tergerus mencapai 66,92% menjadi Rp416,76 miliar dibanding paruh pertama tahun lalu sebesar Rp1,26 triliun. Namun, laba usaha tersebut kembali terpangkas biaya keuangan yang terkerek Rp507,86 miliar menjadi Rp951,3 miliar dari Rp443,44 miliar.
Sedangkan penghasilan keuangan berkurang menjadi Rp83,9 miliar dari Rp120,2 miliar dan bagian atas hasil bersih pengendalian bersama entitas minus Rp44,37 miliar. Adapun rugi periode berjalan sebesar Rp482,52 miliar dari laba periode berjalan semester I tahun lalu Rp670,43 miliar.
Jumlah aset perusahaan pada akhir Juni tercatat sebesar Rp58,42 triliun, dengan total utang Rp45,37 triliun. Angka tersebut meningkat dibanding posisi akhir tahun lalu, di mana aset perusahaan sebesar Rp40,28 triliun dengan total utang Rp24,98 triliun.
Harga saham perseroan pada pukul 10.47 WIB turun 25 poin menjadi Rp5.700 dibanding penutupan hari kemarin di level Rp5.725 per lembar.
Rugi per saham dasar tercatat sebesar Rp57, sedangkan pada periode yang sama tahun lalu tercatat laba per saham dasar mencapai Rp79 per lembar.
Laporan keuangan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (21/8/2014) menujukkan bahwa kenaikan tipis pada pendapatan perusahaan dibarengi meningkatnya sejumlah beban dan rugi kurs.
Pada semester I/2014, pendapatan XL hanya tumbuh 12,24% menjadi Rp11,55 triliun dari semester I/2013 senilai Rp10,29 triliun. Sementara beban infrastruktur melonjak menjadi Rp4,02 triliun dari Rp2,81 triliun dan beban penyusutan bertambah menjadi Rp3,02 triliun dari Rp2,66 triliun.
Selain itu, beban gaji dan kesejahteraan karyawan naik menjadi Rp578,16 miliar dari Rp473,46 miliar, beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp335,4 miliar dari Rp263,54 miliar, beban amortisasi melonjak menjadi Rp251,3 miliar dari Rp53,28 miliar dan kerugian selisih kurs melesat menjadi Rp516,1 miliar dari Rp112,88 miliar.
Akibatnya, laba usaha tergerus mencapai 66,92% menjadi Rp416,76 miliar dibanding paruh pertama tahun lalu sebesar Rp1,26 triliun. Namun, laba usaha tersebut kembali terpangkas biaya keuangan yang terkerek Rp507,86 miliar menjadi Rp951,3 miliar dari Rp443,44 miliar.
Sedangkan penghasilan keuangan berkurang menjadi Rp83,9 miliar dari Rp120,2 miliar dan bagian atas hasil bersih pengendalian bersama entitas minus Rp44,37 miliar. Adapun rugi periode berjalan sebesar Rp482,52 miliar dari laba periode berjalan semester I tahun lalu Rp670,43 miliar.
Jumlah aset perusahaan pada akhir Juni tercatat sebesar Rp58,42 triliun, dengan total utang Rp45,37 triliun. Angka tersebut meningkat dibanding posisi akhir tahun lalu, di mana aset perusahaan sebesar Rp40,28 triliun dengan total utang Rp24,98 triliun.
Harga saham perseroan pada pukul 10.47 WIB turun 25 poin menjadi Rp5.700 dibanding penutupan hari kemarin di level Rp5.725 per lembar.
(rna)
Lihat Juga :