Jero: Kenaikan Harga BBM Tunggu Komunikasi SBY-Jokowi
Senin, 25 Agustus 2014 - 16:21 WIB
Jero: Kenaikan Harga BBM Tunggu Komunikasi SBY-Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik menuturkan bahwa kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi masih akan menunggu komunikasi antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Presiden terpilih dalam hal ini Joko Widodo (Jokowi).
"Tunggu Presiden lama sama Presiden baru berkomunikasi dulu," ujarnya di Gedung DPR/MPR RI Jakarta, Senin (25/8/2014).
Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya belum bisa memprediksikan akankah kenaikan harga BBM dilakukan di pemerintahan SBY atau justru di Pemerintahan berikutnya. "Tergantung pembicaraan beliau," singkat dia.
Sementara itu, Ekonom dari Universitas Indonesia Lana Soelistianingsih mengatakan, awal 2015 mendatang adalah waktu yang tepat untuk menaikkan harga BBM. Sebab, pemerintah mendatang baru mulai efektif menjabat Oktober, dan menaikkan barang primadona tersebut butuh persiapan dan waktu yang matang.
"Tahun ini sudah enggak cukup lagi (naikkan BBM), walaupun ada potensi panen di bulan Oktober dan November. Tetapi kan pemerintahan baru, baru terbentuk di bulan Oktober. Baru 22 Oktober dilantik, untuk mempersiapkan kenaikan BBM itu kan tidak mudah," terang dia.
Selain persiapan keamanan, lanjut Lana, kenaikan harga BBM juga akan membuat lonjakan harga transportasi dan pangan. Hal tersebut tentunya perlu diskusi mendalam, bagaimana mengontrol pangan agar tidak naik akibat kenaikan harga BBM tersebut.
"Saya kira persiapannya butuh waktu ya, dan lebih baik direncanakan matang. Tahun depan kan masih ada, jadi ada waktu 4-6 bulanan lah untuk mempersiapkan. Karena Oktober, kan praktis baru kerja benar itu baru November-Desember. Masih ada 3 bulan untuk proses persiapan," tukasnya.
"Tunggu Presiden lama sama Presiden baru berkomunikasi dulu," ujarnya di Gedung DPR/MPR RI Jakarta, Senin (25/8/2014).
Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya belum bisa memprediksikan akankah kenaikan harga BBM dilakukan di pemerintahan SBY atau justru di Pemerintahan berikutnya. "Tergantung pembicaraan beliau," singkat dia.
Sementara itu, Ekonom dari Universitas Indonesia Lana Soelistianingsih mengatakan, awal 2015 mendatang adalah waktu yang tepat untuk menaikkan harga BBM. Sebab, pemerintah mendatang baru mulai efektif menjabat Oktober, dan menaikkan barang primadona tersebut butuh persiapan dan waktu yang matang.
"Tahun ini sudah enggak cukup lagi (naikkan BBM), walaupun ada potensi panen di bulan Oktober dan November. Tetapi kan pemerintahan baru, baru terbentuk di bulan Oktober. Baru 22 Oktober dilantik, untuk mempersiapkan kenaikan BBM itu kan tidak mudah," terang dia.
Selain persiapan keamanan, lanjut Lana, kenaikan harga BBM juga akan membuat lonjakan harga transportasi dan pangan. Hal tersebut tentunya perlu diskusi mendalam, bagaimana mengontrol pangan agar tidak naik akibat kenaikan harga BBM tersebut.
"Saya kira persiapannya butuh waktu ya, dan lebih baik direncanakan matang. Tahun depan kan masih ada, jadi ada waktu 4-6 bulanan lah untuk mempersiapkan. Karena Oktober, kan praktis baru kerja benar itu baru November-Desember. Masih ada 3 bulan untuk proses persiapan," tukasnya.
(gpr)
Lihat Juga :