BNI Syariah Genjot Jumlah Nasabah

Selasa, 26 Agustus 2014 - 16:24 WIB
BNI Syariah Genjot Jumlah...
BNI Syariah Genjot Jumlah Nasabah
A A A
JAKARTA - Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah terus menggenjot nasabah syariah di Indonesia dengan cara mengembangkan customer base serta meningkatkan volume eksisting yang ada.

Direktur Bisnis PT Bank BNI Syariah Imam T. Saptono mengatakan, pengembangan customer base, salah satunya dilakukan dengan perluasaan geografis. Seperti diketahui, jaringan perbankan syariah di Indonesia masih jauh lebih rendah dibandingkan jaringan bank konvesional.

Karena itu, menurut Imam geografis coverage harus diperluas meskipun saat ini pemerintah terutama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membatasi jaringan perbankan syariah dengan pembatasan modal.

“Dengan adanya pembatasan modal, bagi bank syariah agak menghambat. Namun, saat ini tengah dilakukan diskusi agar bank syariah dapat diberikan lisensi,” ujar Imam usai menjadi pembicara dalam seminar presentasi hasil riset "Membidik Pasar Kelas Menengah Muslim Indonesia" di Jakarta, Senin (26/8/2014).

Saat ini, BNI Syariah akan fokus kepada nasabah non-syariah loyalis dengan mengarah atau menjual benefit dari produk-produknya. Imam mengungkapkan, benefit itu bisa dari kemudahan bertransaksi yang didukung oleh teknologi informasi (IT), serta harga atau tingkat margin yang kompetitif.

“Jadi, kita memulainya dengan menjual benefit dulu dan setelah mereka (nasabah) masuk, baru kita arahkan ke syariahnya,” imbuhnya.

Dia melanjutkan, selain perbankan, stakeholder juga harus ikut mengembangkan perbankan syariah. Menurutnya, ada tiga komponen yang dilakukan, diantaranya edukasi, inovasi produk, dan keberpihakan pemerintah.

Menurut dia, edukasi ini bukan hanya dibebankan kepada bank syariah saja, namun semua lapisan ikut berkontribusi. Sebagai contoh, edukasi paling mudah melalui pendidikan (formal) dan alim ulama.

“Ajaran ekonomi syariah bisa dimasukan sebagai pelajaran tambahan di sekolah. Selain itu, para alim ulama yang ceramah sebaiknya bukan hanya ibadah saja tetapi tentang ekonomi syariah,” terang dia.

Kedua, inovasi produk, yakni kesiapan semua pihak seperti OJK, BI, regulator dan lainnya. Terakhir adalah keberpihakan. Imam mencontohkan, seperti di negara Malaysia, mereka bisa membesarkan pangsa pasar syariah.

“Jadi kalau strategi di sana, yakni buat besar dulu pasar syariahnya baru nanti diatur atau ditata. Contoh, penempatan dana dana atau BUMN syariah, penempatan dana-dana kesultanan di syariah dan lain-lain. Kalau kita kan belum ada keberpihakannya,” jelas Imam.
(rna)
Berita Terkait
Pemerintah Target Bank...
Pemerintah Target Bank Syariah Indonesia Tbk Masuk Top 10 Dunia
Transaksi Volume BNI...
Transaksi Volume BNI iB Hasanah Card Capai Rp895,2 Miliar
BNI Syariah Salurkan...
BNI Syariah Salurkan Pembiayaan Wakaf Pertama dengan Agunan Imbal Hasil CWLS
Satu Dekade Berhasanah,...
Satu Dekade Berhasanah, BNI Syariah Berikan Promo Menarik untuk Nasabah
Tiga Bank Syariah Milik...
Tiga Bank Syariah Milik Pemerintah Satukan Kekuatan
Dana Haji di BNI Syariah...
Dana Haji di BNI Syariah Sudah Ada Rp3,4 Triliun
Berita Terkini
20 Negara Penyumbang...
20 Negara Penyumbang Terbesar Defisit Perdagangan AS Tahun 2024, Indonesia Urutan Berapa?
4 jam yang lalu
Kena Tarif Impor 32%,...
Kena Tarif Impor 32%, Indonesia Terus Berkomunikasi Intensif dan Melobi Amerika Serikat
5 jam yang lalu
5 Ruas Tol Trans Sumatera...
5 Ruas Tol Trans Sumatera Digratiskan Selama Arus Balik 2025, Cek Daftarnya
5 jam yang lalu
Tarif Trump 32 Persen...
Tarif Trump 32 Persen Ancam Ekspor Indonesia, Ini Langkah Mitigasi Pemerintah
6 jam yang lalu
Kena Tarif Impor Trump...
Kena Tarif Impor Trump 32 Persen, Indonesia Butuh Gebrakan
6 jam yang lalu
Trump Tampar RI dengan...
Trump Tampar RI dengan Tarif Impor 32%, Sektor Industri Ini Bakal Telan Pil Pahit
7 jam yang lalu
Infografis
Pakar: Israel Tutupi...
Pakar: Israel Tutupi Jumlah Korban Tewas Tentara Sebenarnya
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved