Indonesia Bisa Jadi Basel bagi Bank Syariah

Rabu, 27 Agustus 2014 - 12:42 WIB
Indonesia Bisa Jadi...
Indonesia Bisa Jadi Basel bagi Bank Syariah
A A A
JAKARTA - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara berharap Indonesia bisa menjadi pusat pengaturan perbankan syariah, seperti kota Basel di Swiss yang merupakan pusat bagi bank konvensional.

"Kalau di bank konvensional itu ada Basel di Swiss, untuk bank syariah itu ada Islamic Financial Services Board (IFSB), tapi di Malaysia. Nah, mungkin suatu saat nanti kalau bank syariah, asuransi, pasar modal syariah, dan ahli-ahli kita sudah banyak itu (IFSB) kita bisa tarik ke Indonesia," ujar Mirza dalam Halal Bi Halal dan Sosialisasi Fatwa Industri Keuangan Syariah di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (27/8/2014).

Mirza mengatakan, aset perbankan syariah di Indonesia saat ini masih kalah dengan perbankan konvensional. Target untuk mencapai aset di atas 5% terhadap total aset industri juga masih belum tercapai.

Dari sisi likuiditas, Mirza menyoroti ekses likuiditas bank syariah yang banyak ditempatkan di luar negeri. Keterbatasan instrumen yang ada di Indonesia selama ini menyebabkan bank syariah menempatkan ekses likuiditasnya di luar negeri, seperti Malaysia yang memiliki banyak instrumen syariah.

BI mencatat bank konvensional menempatkan ekses sebesar Rp270 triliun, sementara bank syariah hanya Rp16 triliun. Oleh karena itu, BI menerbitkan instrumen bagi bank syariah, terbaru adalah Term Deposit Valas Syariah (TD Valas).

Seperti diketahui, BI telah mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.16/12/PBI/2014 tentang Operasi Moneter Syariah dan Surat Edaran Ekstern No.16/13/DPM tentang Tata Cara Penempatan Berjangka (Term Deposit) Syariah dalam valuta asing. Penerbitan TD valas syariah ditujukan untuk mendukung perkembangan perbankan syariah dan pendalaman pasar keuangan syariah.

Mirza optimistis ke depan industri perbankan syariah masih dapat tumbuh lebih besar. "Pasti bisa tumbuh, dan itu tergantung bagaimana perbankan syariah bisa menerbitkan instrumen-instrumen pendanaan," ujar dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Alasan Muhammadiyah...
Alasan Muhammadiyah Tarik Duit dari Bank Syariah Hasil Merger
Pemerintah Target Bank...
Pemerintah Target Bank Syariah Indonesia Tbk Masuk Top 10 Dunia
Wapres Resmikan Operasional...
Wapres Resmikan Operasional Bank Riau Kepri Syariah, Jadi Awal Kemudi Ekonomi Syariah
Ada dari Negara Tetangga,...
Ada dari Negara Tetangga, Berikut 5 Bank Syariah Terbesar di Dunia
Terungkap! Ini Dia Bank...
Terungkap! Ini Dia Bank Syariah Pertama di Indonesia
Mau Tahu Fokus Bisnis...
Mau Tahu Fokus Bisnis Bank Syariah Indonesia, Cek di Sini
Berita Terkini
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
43 menit yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
3 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
4 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved