PNS Dinilai Memberatkan Negara

Rabu, 27 Agustus 2014 - 12:52 WIB
PNS Dinilai Memberatkan...
PNS Dinilai Memberatkan Negara
A A A
JAKARTA - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Fadhil Hasan mengatakan bahwa keberadaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) saat ini sedang dikritik karena dinilai memberatkan negara.

Itu terjadi karena masalah anggaran pegawai dalam komposisi Anggaran Pendapatan dan belanja Negara (APBN) mencapai 20%.

"Belanja pegawai 20% itu tentunya mengambil porsi cukup banyak dalam anggaran pemerintah," kata dia di Jakarta, Rabu (27/8/2014).

Fadhil menambahkan, dalam perekrutan PNS juga disebut masih bermasalah. Pasalnya, selama ini banyak PNS yang tidak memenuhi standar atau kualitas dibiarkan bekerja. Hal ini tentu memberatkan karena gaji yang diterima sama tapi hasil pekerjaan tidak sama.

Selain itu, distribusi PNS di Indonesia juga dinilai tidak merata, seperti guru. Di Pulau Jawa misalnya, terjadi kelebihan banyak PNS, sedangkan untuk di Indonesia bagian timur justru malah mengalami kekurangan guru.

"Ini yang seharusnya dibenahi terlebih dahulu, di sisi strukturnya, sisi distribusi. Seperti guru itu di beberapa daerah kan memang dibutuhkan, tidak melulu di Pulau Jawa," tegasnya.

Struktur PNS di Indonesia juga harus dibenahi. Menurut dia,jika dibandingkan dengan Filipina, mereka memperbolehkan PNS untuk pindah ke swasta dan nanti bisa masuk lagi jadi PNS. Sedangkan di Indonesia, sekali jadi PNS seterusnya akan jadi PNS.

"Kalau di Filipina bebas, orang bisa berpindah-pindah. Kualifikasi ikuti tes dan mereka bisa ke swasta dan nanti masuk PNS lagi. Nah kalau kita kan nggak bisa berhenti, jadi diikat terus. Ini salah kualitas, distribusi dan struktur dan perbaikan reformasi sistem harus dilakukan," tuturnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Provinsi di Indonesia...
10 Provinsi di Indonesia dengan Jumlah PNS Terbanyak
Kendala e-Materai, Pendaftaran...
Kendala e-Materai, Pendaftaran Seleksi CPNS 2024 Diperpanjang
10 Provinsi dengan Jumlah...
10 Provinsi dengan Jumlah PNS Terbanyak, Nomor 1 Bukan Jakarta
4 Perbedaan PNS Pusat...
4 Perbedaan PNS Pusat dan Daerah, Gajinya Besaran Mana?
Kenaikan Tunjangan Kinerja...
Kenaikan Tunjangan Kinerja PNS Tuai Kontra Pegawai Swasta
Kabar Gembira! Lowongan...
Kabar Gembira! Lowongan Ribuan PNS Bakal Dibuka di Daerah
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
5 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
5 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
5 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
7 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
7 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
7 jam yang lalu
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved