Kredit KPR di Jateng Melambat

Rabu, 27 Agustus 2014 - 20:43 WIB
Kredit KPR di Jateng...
Kredit KPR di Jateng Melambat
A A A
SEMARANG - Pertumbuhan kredit bank umum di Jawa Tengah (Jateng) terus menunjukkan tren perlambatan. Perlambatan pertumbuhan kredit terutama terjadi kredit konsumsi khususnya Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).

Deputi Kepala Perwakilan kantor perwakilan Bank Indonesia V Semarang Marlison Hakim mengatakan, selain kredit KPR yang melambat, kredit investasi khususnya kredit pada sektor konstruksi, sektor real estate dan sektor jasa-jasa juga mengalami perlambatan.

“Namun untuk kredit modal kerja mengalami peningkatan pertumbuhan,” kata Marlison di Semarang, Rabu (27/8/2014)).

Dia menyebutkan, per Juni 2014 total nilai kredit yang disalurkan oleh bank umum di Jawa Tengah mencapai Rp187,4 triliun. Sebagian besar merupakan kredit produktif yang terserap di berbagai sektor ekonomi dengan pangsa mencapai 67,84%.

Sementara itu, pangsa kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tercatat 35,16% yang sebagian besar terserap di di sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran dengan pangsa 64,63%, terutama di sub sektor perdagangan, sementara pangsa kredit UMKM di sektor Industri Pengolahan tercatat 10,50%. Selebihnya terserap di berbagai sektor ekonomi diantaranya sektor Jasa-jasa 6,44%.

“Seiring dengan perlambatan pertumbuhan kredit, loan to deposit ratio (LDR) Bank Umum pada Juni 2014 tercatat 105,01% sedikit menurun jika dibandingkan dengan LDR pada Juni 2013 sebesar 106,29%. Sementara itu, kualitas kredit tetap terjaga dengan baik dengan tingkat non performing loan (NPL) tercatat relatif rendah 2,19%,” katanya.

Pada Juni 2014 suku bunga rata-rata kredit Bank Umum di Jawa Tengah tercatat 13,17% lebih tinggi jika dibandingkan dengan 12,70% pada Juni 2013. Kecenderungan meningkatnya suku bunga rata-rata kredit didorong oleh tren peningkatan suku bunga rata-rata Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mengalami kenaikan dari 3,39% pada Juni 2013 menjadi 4,19% pada Juni 2014.

Pada Juni 2014 kredit Bank Umum tercatat tumbuh 15,96% (yoy), lebih rendah jika dibandingkan dengan pertumbuhan kredit pada Maret 2014 yang mencapai 16,5% (yoy).

CEO PT BNI Kanwil Semarang Iwan Abdi mengakui, pertumbuhan KPR khususnya untuk rumah dengan tipe bangunan lebih dari 70 meter persegi (m2) yang terkena aturan uang muka atau loan to value (LTV) mengalami perlambatan.

Kemampuan nasabah menyediakan uang muka minimal sebesar 30% menghambat penyaluran KPR. Tercatat, outstanding KPR BNI sampai saat ini sebesar Rp 2,2 triliun.

“Realisasi tersebut, mengalami kenaikan namun masih kecil dari periode yang sama tahun lalu. Tahun lalu penyaluran KPR BNI mencapai Rp 2,2 triliun. Sementara ia menargetkan penyaluran KPR BNI sampai akhir tahun ini sebesar Rp 2,6 triliun,” ujarnya.

Menurut dia, tidak hanya mengalami perlambatan, komposisi penyaluran KPR perbankan juga berubah dari yang semula didominasi KPR untuk segmen menengah ke atas bergeser ke segmen bawah.

“Ditinjau dari kondisi pasar saat ini, pengembang memang menggiatkan tunai bertahap. Dengan tunai bertahap yang ditawarkan pengembang, pembeli bisa mencicil uang muka bahkan hingga satu tahun. Utamanya, masyarakat kelas menengah atas lebih memilih tunai bertahap,” bebernya.

Sementara itu kalangan pengembang Optimis penjualan rumah, baik secara KPR maupun cash akan mengalami peningkatan pasca lebaran dan Pilres.

Wakil Ketua DPD REI Jateng Bidang Promosi, Publikasi, Pameran dan Humas Dibya K Hidayat, optimistis pertumbuhan penjualan akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Terlebih saat ini sudah ada beberapa pengembang yang mulai menjual perumahan sederharan dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). “Kami optimis penjualan akan tetap tumbuh,” ujarnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Penyebab Utama KPR...
5 Penyebab Utama KPR Ditolak oleh Bank, Apa Saja?
Simak 6 Tips Ini Agar...
Simak 6 Tips Ini Agar Pengajuan KPR Lancar Jaya
KPR Tapera BTN Gulirkan...
KPR Tapera BTN Gulirkan Kredit Pemilikan Rumah untuk ASN
Perayaan HUT ke 44,...
Perayaan HUT ke 44, BTN Kucurkan Kredit Rp317 Triliun
BRI KPR Solusi Promo...
BRI KPR Solusi Promo hingga Tenor 20 Tahun dan Bunga Mulai 2,50%, Makin Mudah Punya Properti Impian
Resmi!, Kalian yang...
Resmi!, Kalian yang Kredit Rumah dan Kendaraan Akan Dapat Subsidi Bunga
Berita Terkini
Hadir Kembali, Mandiri...
Hadir Kembali, Mandiri Donor Darah Gerakkan 280 Pendonor di 12 Region: Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya
1 jam yang lalu
Tak Lagi Sekadar Hiburan,...
Tak Lagi Sekadar Hiburan, Industri Entertainment Kini Jadi Ladang Investasi Baru
1 jam yang lalu
Perkuat Kontribusi ke...
Perkuat Kontribusi ke Pembangunan Sultra, Setoran Pajak CNI Paling Besar
2 jam yang lalu
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Satu Sendok, Sejuta...
Satu Sendok, Sejuta Mitos: Sasa Luruskan Fakta MSG yang Benar
2 jam yang lalu
TAP Untuk Negeri Perkuat...
TAP Untuk Negeri Perkuat Produktivitas Petani Sawit Dukung Program B50
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved