Indonesia Diharapkan Berhasil Negosiasi Harga Karet Dunia

Kamis, 28 Agustus 2014 - 15:56 WIB
Indonesia Diharapkan...
Indonesia Diharapkan Berhasil Negosiasi Harga Karet Dunia
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR, Habib Nabiel Almusawa berharap delegasi Indonesia berhasil mengemban misi diplomasi (negosiasi) bertemu dengan organisasi karet internasional dan negara-negara produsen karet dunia agar harga kembali stabil.

”Untuk menstabilkan harga, produsen karet dunia perlu membuat kesepakatan untuk mengurangi pasokan ke pasar dunia. Bila pengurangan pasokan tidak juga bisa menstabilkan harga. maka tidak ada salahnya bila disepakati opsi moratorium pasokan karet sementara sampai harga kembali menguntungkan bagi petani,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Sindonews, Kamis (28/8/2014).

Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah membentuk Task Force Karet Nasional (TFKN) guna mengatasi anjloknya harga karet dunia. Untuk hal tersebut, TFKN diberi tugas melobi organisasi karet internasional, yaitu International Tripartite Rubber Council (ITRC) dan International Rubber Consortium (IRCo), serta mengadakan pembicaraan dengan negara-negara produsen utama karet, seperti Thailand dan Malaysia.

Harga sekarang, menurut Habib, telah membuat petani karet lesu. Banyak petani yang berhenti menderes karet karena penghasilan yang diperoleh tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup.

Mereka beralih menekuni sayuran dan padi atau mencari pekerjaan lain, seperti bekerja di perkebunan sawit yang penghasilannya lebih menjanjikan. Dampaknya, banyak pabrik pengolahan karet kekurangan bahan baku dan terpaksa mengurangi produksi. Bahkan, ada yang tutup. "Akibatnya, banyak pegawai pabrik yang dirumahkan,” imbuhnya.

Pada awal (Februari) 2013, harga karet dunia di bursa Tokyo Commodity Exchange (Tocom) sempat mencapai angka tertinggi 530,6 yen per kg atau USD6.349 per metrik ton. Di awal 2014 (Januari) harga jatuh ke angka 261,50 yen per kilogram (US$2.517 per ton). Sementara saat ini harga bergerak di kisaran 196,4 – 199,5 yen per kg.

“Kalau menjual sekarang rugi, untuk memulihkan harga opsi moratorium pasokan karet ke pasar dunia perlu dipertimbangkan untuk disepakati oleh semua negara produsen,” tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
HD : Aspal Karet Peluang...
HD : Aspal Karet Peluang Agar Karet Tidak Bergantung Pada Segmen Harga Internasional
Apkarindo Gelar Rembug...
Apkarindo Gelar Rembug Petani Karet Sumsel, Ini Hasilnya
Krisis Bahan Olahan...
Krisis Bahan Olahan Karet di Sumut Makin Parah, 9 Pabrik Tutup
Perbedaan Nama Daerah...
Perbedaan Nama Daerah di Jakarta: Karet, Karet Kuningan, dan Karet Semanggi
Apkarindo Komitmen Bersama...
Apkarindo Komitmen Bersama Mentan Majukan Lagi Karet Nasional
Berharap Kebijakan DHE...
Berharap Kebijakan DHE SDA yang Bijaksana
Berita Terkini
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
16 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
52 menit yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
1 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
2 jam yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
3 jam yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
13 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved