Lima Risiko Investasi Bitcoin

Selasa, 02 September 2014 - 21:12 WIB
Lima Risiko Investasi...
Lima Risiko Investasi Bitcoin
A A A
ANDA tentu pernah mendengar mata uang virtual Bitcoin. Ya, mata uang digital ini sukses sebagai investasi keuangan di dunia maya. Jenis mata uang tanpa bank sentral nyata tersebut membuat banyak orang penasaran dan tertarik untuk mencoba menginvestasikan dananya di internet.

Namun, Anda harus tahu seberapa besar keuntungan atau manfaat yang diperoleh, dengan risiko yang mungkin dapat menimpa Anda dalam bisnis ini. Dilansir dari Top Tips News, berikut lima risiko yang harus Anda ketahui sebelum berinvestasi di Bitcoin.

1. Uang tidak aman

Uang virtual Bitcoin adalah mata uang internasional yang unik, dapat menjadi investasi lebih menguntungkan dalam kasus jika terjadi pelemahan ekonomi besar. Pertukaran mata uang dilakukan diam-diam antara individu, tanpa kebutuhan untuk membayar biaya, pajak dan PPN.

Namun, modal tidak dijamin karena mata uang virtual tidak dikeluarkan oleh bank sentral. Tidak seperti investasi tetap, di mana setiap jumlah yang disimpan biasanya dijamin oleh negara. Tidak heran bila investor di Bitcoin dapat kehilangan uang setiap saat.

2. Mata uang tidak stabil

Seperti dijelaskan di atas, Bitcoin tidak diatur oleh bank sentral. Investor mungkin menghadapi ketidakstabilan ekstrem. Ada risiko yang dapat menimbulkan bahaya cukup besar untuk seluruh investasi.

Kita tidak bisa secara akurat memperkirakan harga Bitcoin dari tahun ke tahun. Karena uang berada di internet. Investor dapat meraih atau kehilangan uang setengah dari modal yang diinvestasikan hanya beberapa jam. Krisis ekonomi Bitcoin pertama adalah pada 2013, yang naik menjadi lebih dari USD266, kemudian turun menjadi USD125 pada akhir tahun.

3. Cybercrime


Virtual di Bitcoin juga dapat diterjemahkan sebagai ancaman bagi investor. Investasi yang diwujudkan melalui nomor virtual menjadi mangsa mudah bagi penjahat dunia maya atau cybercrime. Sebagai contoh, pasar terbesar di Jepang Bitcoin MtGox telah di-hack oleh "cybermalfrats" pada tahun-tahun terakhir. Sejak saat itu, perusahaan telah kehilangan sekitar 750.000 Bitcoin.

4. Pengunaan terbatas

Ada beberapa situs komersial yang menerima Bitcoin sebagai pembayaran. Setiap saat, investor dapat menghabiskan Bitcoins secara online, terutama dengan untuk game virtual, seperti poker online dan slot mesin. Namun, mata uang ini tidak bisa digunakan dalam hal nyata, seperti membeli mobil atau pakaian. Ini karena dealer dan pemilik toko jarang percaya Bitcoin sebagai metode pembayaran.

5. Bahaya bagi negara

Menurut ekonom, investasi di Bitcoin adalah desentralisasi, dan bahkan dapat membahayakan tingkat demokratis serta fiskal. Pertukaran bebas tanpa biaya atau pajak dapat dikonversi menjadi fluktuasi besar.

Bagi beberapa negara, sistem pajak didasarkan pada konsumsi dan pendapatan dari populasi melalui pengumpulan pajak dan PPN. Karena itu, sirkulasi mata uang virtual Bitcoin akan mengganggu arus kas dan pendapatan warga. Hal ini juga dapat mengganggu pungutan pajak yang diperlukan untuk dana negara secara keseluruhan.

(Baca: Kiat Sukses Menjalankan Bisnis di Rumah)
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terancam Tutup, Perusahaan...
Terancam Tutup, Perusahaan Perparkiran Butuh Sederet Relaksasi Pajak
Pabrik Mulai Berproduksi,...
Pabrik Mulai Berproduksi, VW Ubah Logo seperti Game PacMan
Sosialisasikan COVID-19,...
Sosialisasikan COVID-19, Pengelola Apartemen Manfaatkan Jaringan TV Lokal
Jukir CentrePark Kembalikan...
Jukir CentrePark Kembalikan Dompet Temuan Berisi Jutaan Rupiah ke Pemiliknya
Berkat Kerja Keras Tim,...
Berkat Kerja Keras Tim, CentrePark Raih Penghargaan Wajib Pajak Terbaik
Pura Trans dan Hino...
Pura Trans dan Hino Latih Smart Driving untuk Para Sopir
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
5 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved