Perusahaan Asuransi di Indonesia Krisis Ahli Aktuaria

Rabu, 03 September 2014 - 12:54 WIB
Perusahaan Asuransi...
Perusahaan Asuransi di Indonesia Krisis Ahli Aktuaria
A A A
BANDUNG - Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) menyatakan adanya jomplang antara kebutuhan tenaga aktuaria (aktuaris) dengan jumlah yang ada saat ini. Betapa tidak, dari total kebutuhan yang berkisar antara 500-600 aktuaris, saat ini hanya ada sekitar 178 aktuaris seluruh Indonesia.

Padahal, sebagaimana dikatakan Ketua PAI Budi Tampubolon, posisi aktuaris ini sangat strategis di perusahaan asuransi. Merekalah yang memperkirakan kemungkinan kejadian atau peristiwa di masa depan dalam industri keuangan, dan bagaimana dampak keuangan yang mungkin terjadi.

"Memang tidak sembarang orang bisa menggeluti profesi ini. Ada kualifikasi khusus untuk bisa menjalankannya," ujarnya di sela pelatihan aktuaria di Institut Teknologi Bandung (ITB) Jalan Ganeca Bandung, belum lama ini.

Untuk diketahui, aktuaria merupakan bidang keahlian dalam penerapan ilmu-ilmu matematika, statistika dan ekonomi ke dalam industri keuangan. Yang dengannya bisa memperkirakan kemungkinan kejadian atau peristiwa di masa depan, dan bagaimana dampak keuangan.

"Perusahaan asuransi di Indonesia cuku kesulitan dalam mencari tenaga ahli aktuaris," sebutnya.

Berdasarkan amanat Peraturan Menteri Keuangan Nomor 53 Tahun 2012, seluruh perusahaan asuransi umum wajib memiliki aktuaris mulai awal tahun 2015.

"Hingga saat ini, minat untuk menjadi aktuaris masih minim. Namun kami tidak berkecil hati, pelatihan semacam ini ditujukan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya profesi ini. Sehingga bukan tidak mungkin ke depan akan makin banyak lagi yang berminat berprofesi sebagai aktuaris," katanya.

Adapun saat ini jumlah perusahaan asuransi umum berkisar 80-90 perusahaan, sedangkan asuransi jiwa sekitar 47 perusahaan. Menurutnya, jika satu atau dua tahun ke depan jumlah seluruh perusahaan asuransi itu mencapai 150, dan masing-masing perusahaan harus memiliki 5 aktuaris, maka kebutuhan aktuaris bisa mencapai 750 orang. "Minimalnya kita harus memiliki 500 aktuaris," katanya.

Di tempat yang sama, Presiden Direktur AXA Life Indonesia Hengky Djojosantoso menambahkan, aktuaris merupakan posisi penting yang dibutuhkan dalam bisnis asuransi.

"Seorang aktuarislah yang bertugas mengidentifikasi faktor yang dibutuhkan dalam pengembangan produk dan analisa risiko keuangan," ujarnya.

Menurutnya, kekurangan jumlah aktuaris handal yang bisa memastikan kesehatan dan kelancaran sebuah bisnis menjadi tantangan tersendiri dalam dunia industri keuangan. Untuk itu, pihaknya mendorong pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menemukan lebih banyak lagi talenta aktuaris yang sesuai harapan.

"Komitmen kami, program semacam pelatihan ini terus kami dukung dan coba dikembangkan. Selain itu, kami juga mengadakan kemitraan selama tiga tahun ke depan dengan ITB," katanya.

Bentuk kemitraan tersebut, katanya, dengan memberikan beasiswa kepada bagi salah seorang mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB Wira Hanifah yang tengah mengambil jenjang S2.

Penerima beasiswa ini akan mendapat kesempatan untuk mengikuti AXA Global Graduate Program (GGP), setelah ia lulus dari program magisternya. Menurutnya, peserta program GGP akan berkesempatan mengikuti program aktuaria terstruktur selama 2,5 tahun, dengan memanfaatkan beberapa sistem yang paling canggih di industri asuransi.

"Dalam program ini penerima beasiswa juga akan dikirim ke luar negeri untuk mempelajari budaya baru di dunia kerja," katanya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pandemi Covid-19 Mempengaruhi...
Pandemi Covid-19 Mempengaruhi Cara Masyarakat Dalam Memenuhi Kebutuhan Proteksi Diri
Daftar Rumah Sakit di...
Daftar Rumah Sakit di Jakarta yang Tidak Menerima BPJS Kesehatan
OJK Harus Tingkatkan...
OJK Harus Tingkatkan Regulasi untuk Menangani Kasus Gagal Bayar Asuransi Jiwa
Meneropong Potensi Besar...
Meneropong Potensi Besar Pasar Penjualan Asuransi Kecelakaan
Apa Pentingnya Punya...
Apa Pentingnya Punya Asuransi Kendaraan Ketika Mudik Lebaran?
BRINS Hadirkan Greensurance,...
BRINS Hadirkan Greensurance, Inovasi Terbaru Asuransi Ramah Lingkungan
Berita Terkini
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
10 menit yang lalu
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
1 jam yang lalu
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
2 jam yang lalu
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
3 jam yang lalu
Pemerintah Akan Turunkan...
Pemerintah Akan Turunkan Harga Gas Industri Senin Besok, Said Iqbal: Mitigasi PHK Massal
4 jam yang lalu
IHSG Pekan Depan Diprediksi...
IHSG Pekan Depan Diprediksi Rawan Koreksi, Bakal Menguji Level 5.723-5.784
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved