IHSG Berpotensi Melanjutkan Koreksi

Jum'at, 05 September 2014 - 07:46 WIB
IHSG Berpotensi Melanjutkan...
IHSG Berpotensi Melanjutkan Koreksi
A A A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini berpotensi melanjutkan koreksi. Namun, koreksi yang terjadi bisa berkurang jika didukung sentimen positif di pasar.

Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola hanging man di bawah upper bollinger band (UBB). MACD gagal mencoba membentuk golden cross dengan histogram negatif yang kembali memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R gagal melanjutkan pergerakan naik.

Kemarin laju IHSG sempat gagal bertahan di target support 5.200-5.215 dan juga tidak bertahan lama di target resisten 5.230-5.245. Aksi jual yang terjadi telah menutup utang gap 5.201-5.206, namun belum ada jaminan setelah ditutup akan kembali naik karena masih terdapat potensi pelemahan lanjutan.

“Peluang ini bisa saja berkurang jika sentimen yang ada mampu memberikan kondisi positif pada pelaku pasar. Untuk itu, tetap mencermati dan mengantisipasi bila terdapat perubahan arah pasar dan adanya profit taking,“ kata dia, Jumat (5/9/2014).

Dia memprediksi, IHSG hari ini akan berada pada rentang support 5.175-5.188 dan resisten 5.226-5.235.

IHSG sebelumnya ditutup terhempas ke zona merah. Bahkan sempat terlempar dari area 5200-an. Sentimen positif pada pasar komoditas yang sempat membuat saham-saham pertambangan berterbangan yang juga diikuti oleh beberapa saham-saham infrastruktur dan menguatnya rupiah belum cukup mampu menahan laju IHSG untuk tidak berbalik negatif karena juga diiringi pelemahan pada mayoritas sektor lainnya.

Begitu pun dengan adanya crossing pada beberapa saham, antara lain PT Hanson International Tbk (MYRX) sebesar Rp346,74 miliar, PT Sugih Energy Tbk (SUGI) senilai Rp130,15 miliar, PT Link Net Tbk (LINK) mencapai Rp118,58 miliar, dan lainnya yang mencatatkan kenaikan juga masih kalah oleh serbuan aksi jual.

Sepanjang perdagangan Kamis (4/9/2014), IHSG menyentuh level tertinggi 5.232,66 di jelang akhir sesi 1 dan menyentuh level terendah 5.195,40 jelang akhir sesi 2 dan berakhir di level 5.205,32.

Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ditutup di Zona Merah,...
Ditutup di Zona Merah, IHSG Turun 14 Poin ke Level 6.112
Dipompa Penguatan 193...
Dipompa Penguatan 193 Saham, IHSG Dibuka Naik ke Level 6.116
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menyusut Terseret Pelemahan 142 Saham
Berakhir Perkasa, Ini...
Berakhir Perkasa, Ini 9 Fakta IHSG Dalam Sepekan
IHSG Diperkirakan Bergerak...
IHSG Diperkirakan Bergerak Tertahan di Kisaran Level 5.016-5.202
Jelang Rilis Suku Bunga...
Jelang Rilis Suku Bunga Acuan BI, IHSG Belum Akan Berubah Banyak
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
6 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
6 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
7 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
7 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
7 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
8 jam yang lalu
Infografis
Marwah Piala Dunia 2026...
Marwah Piala Dunia 2026 Terancam, 5 Negara Berpotensi Absen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved