Harga Emas Antam Susut Rp1.000/Gram

Jum'at, 05 September 2014 - 09:25 WIB
Harga Emas Antam Susut...
Harga Emas Antam Susut Rp1.000/Gram
A A A
JAKARTA - Harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari terakhir pekan ini susut Rp1.000 setelah kemarin naik Rp1.000 per gram.

Dilansir dari situs resmi Logammulia.com, Jumat (5/9/2014), harga jual emas Antam ukuran 1 gram dibanderol pada harga Rp529.000 per gram dari sebelumnya Rp530.000 per gram.

Harga beli (buyback) emas perseroan juga turun dengan nominal sama menjadi Rp473.000 per gram dibanding sebelumnya di harga Rp474.000 per gram.

Harga jual emas ukuran 2 gram dihargai Rp1.018.000, dengan harga per gram Rp509.000. Adapun, harga emas 3 gram dipatok Rp1.509.000 dengan harga Rp503.000 per gram. Harga emas 4 gram senilai Rp2.000.000 dengan harga per gram Rp500.000.

Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.500.000 dengan harga per gram dihargai Rp500.000. Harga emas 10 gram dijual Rp4.950.000, dengan harga per gram Rp495.000.

Harga emas 25 gram Rp12.300.000 dengan harga per gram Rp492.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp24.550.000, dengan harga per gram Rp491.000.

Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp49.050.000, dengan harga per gram Rp490.500. Harga emas 250 gram mencapai Rp122.500.000, dengan harga per gram Rp490.000. Emas ukuran 500 gram dihargai Rp244.800.000, dengan harga per gram Rp489.600.

Sementara harga emas global merosot dalam 12 pekan terakhir dipicu menguatnya USD menjelang data tenaga kerja Amerika Serikat (AS), yang berpotensi mendorong Bank Sentral AS (The Fed) menaikkan suku bunga di tengah Bank Sentral Eropa (ECB) menaikkan stimulusnya.

ECB kemarin menurunkan suku bunga refinancing dan akan membeli efek beragun aset untuk meningkatkan perekonomian, sementara Bank of Japan mempertahankan stimulus dan mendorong penurunan yen hampir terendah dalam enam tahun terhadap USD.

Sementara risalah pertemuan terakhir The Fed, mengisyaratkan bahwa para pembuat kebijakan akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diantisipasi.

"Emas jatuh setelah USD menguat menyusul keputusan ECB untuk menurunkan suku bunga dan mulai membeli aset lagi, sehingga mengurangi daya tarik logam mulia sebagai aset alternatif," kata analis di Commonwealth Bank of Australia Lachlan Shaw seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (5/9/2014).

Harga emas untuk pengiriman segera turun 0,3% menajdi USD1.257,36 per ons, level terendah sejak 10 Juni dan diperdagangkan pada harga USD1.260,01 pada pukul 08.42 pagi di Singapura.

Adapun emas di Comex New York untuk pengiriman Desember turun 0,7% menjadi USD1.258 per ons, terendah sejak 17 Juni, sebelum diperdagangkan pada harga USD1.260,50.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Emas Antam Kembali...
Harga Emas Antam Kembali Meroket, Tembus Rp2,65 Juta per Gram
Pandemi Covid-19 Tak...
Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Minat Masyarakat Berinvestasi Emas
Harli Siregar: 109 Ton...
Harli Siregar: 109 Ton Emas Antam Asli tapi Ilegal
Harga Emas Terus Meroket...
Harga Emas Terus Meroket Usai Libur Lebaran
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Tembus Rp 14.000
Harga Emas Antam Tembus...
Harga Emas Antam Tembus Rp1 Juta
Berita Terkini
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
24 menit yang lalu
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
31 menit yang lalu
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
54 menit yang lalu
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
1 jam yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
1 jam yang lalu
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
2 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved