BPJS Dorong Pelaku UMKM Lindungi Karyawan

Senin, 08 September 2014 - 21:04 WIB
BPJS Dorong Pelaku UMKM...
BPJS Dorong Pelaku UMKM Lindungi Karyawan
A A A
SEMARANG - BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jateng dan DIY terus mendorong pelaku usaha khususnya UMKM untuk mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS, untuk melindungi karyawannya.

Pasalnya selama ini sektor informa tersebut, kesadarannya untuk mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS masih sangat rendah.

Menurut Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BPJS Ketenagakerjaan Jateng & DIY, Edy Syahrial, selama semester I (Januari-Juni) 2014 tenaga kerja informal yang mendaftar hanya 31.751 orang. “Dari target kami sebanyak 177.100 orang tenaga informal hanya tercapai 31.751 orang atau 17 persen dengan pembayaran uang jaminan senilai Rp1,75 miliar,” katanya, Senin (8/9/2014).

Edy mengatakan, setiap pelaku usaha yang memiliki karyawan minimal 10 orang dengan upah sesuai dengan upah minimum, wajib menjadi peserta BPJS.

Edy mengakui, selama ini pelaku UMKM jarang tersentuh karena kurangnya sosialisasi terkait dengan program BPJS Ketenagakerjaan.

“Masih banyak pelaku UMKM yang belum mendaftarkan diri pekerjanya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. UMKM menjadi penopang perekonomian, sehingga pekerjanya perlu mendapatkan perlindungan,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, Kata Edy, pihaknya akan terus berusaha untuk mensosialisasikan program-program BPJS Ketenagakerjaan kepada para pelaku UMKM. Sosialisasi akan dilakukan dengan cara mendatangi setiap UMKM yang ada di Jawa Tengah.

“Sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan akan dilakukan intensif setiap hari. Bahkan kami akan terjun ke lapangan secara langsung untuk mensosialisasikan dan mengedukasi pelaku UMKM,” katanya.

Dia mengaku, sasaran yang utama pelaku UMKM adalah mereka yang membuka usaha di sejumlah Mal dan pasar tradisional. Selain itu pihaknya juga berupaya menggandeng perusahaan maupun asosiasi pekerja untuk menyosialisasikan program jaminan khususnya bagi tenaga kerja meliputi beberapa program jaminan. ”Kami ingin mengajak semua untuk menyadari pentingnya memberikan perlindungan kepada karyawan,” ucapnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Jateng, Wika Bintang menyatakan, setiap pekerja baik yang tergabung dalam perusahaan maupun bekerja sendiri (Informa) perlu menjadi peserta BPJS. ”Pekerja informal perlu memiliki jaminan ketenagakerjaan,” ujarnya.

Pihaknya pun mendorong semua sektor pekerjaan baik formal maupun informal untuk meningkatkan kesadarannya, untuk melindungi setiap pekerjanya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPJS Kesehatan Jadi...
BPJS Kesehatan Jadi Syarat Berbagai Pelayanan Publik, Berikut Penjelasannya
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Berikan Kado Kemudahan Klaim Manfaat bagi PMI di Hari Migran Internasional
Target Cakupan BPJS...
Target Cakupan BPJS Ketenagakerjaan
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan...
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp20 Triliun, Kejagung Dalami Upaya Kesengajaan
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Dukung Grab dan Kementerian UMKM Hadirkan Bantalan Sosial Digital
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Komitmen Perkuat Relasi Media dan Masyarakat
Berita Terkini
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
15 menit yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
36 menit yang lalu
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
58 menit yang lalu
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
2 jam yang lalu
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
2 jam yang lalu
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
3 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved