Elpiji 12 Kg Naik, Waspadai Migrasi ke Gas 3 Kg

Rabu, 10 September 2014 - 15:24 WIB
Elpiji 12 Kg Naik, Waspadai...
Elpiji 12 Kg Naik, Waspadai Migrasi ke Gas 3 Kg
A A A
SURABAYA - Pengusaha agen elpiji mengaku tidak mempermasalahkan terjadinya kenaikan harga elpiji 12 kg. Namun, yang perlu diwaspadai adanya migrasi pengguna dari Elpiji 12 kg ke elpiji 3 kg.

Maulana Syahiduzzaman, pengusaha agen elpiji PT Putra Qomaruzzaman mengatakan, yang ditakuti dari kenaikan gas ini hanya wacana, sehingga akan banyak muncul spekulan-spekulan. Akibatnya, gas elpiji langka di pasaran.

"Enggak ada masalah naik. Yang penting ada kepastian harga. Lebih bahaya jika harga tidak pasti, nantinya akan muncul spekulan-spekulan," kata pria yang akrab di sapa Maman ini, Rabu (10/9/2014).

Dia mengatakan, Pertamina sebagai leading sektor harus mempertajam sistem agar tidak ada migrasi pengguna. Salah satunya mengontrol pengguna elpiji baik yang 12 kg dan 3 kg.

Bisa jadi, lanjut dia, harga elpiji 12 kg naik maka para penggunanya itu beralih menggunakan elpiji 12 kg yang notabene adalah bersubsidi.

"Tapi saya yakin Pertamina sudah punya sistem seperti itu untuk mengawal distribusi elpiji subsidi dan non Subsidi," katanya.

Maman mengatakan, hingga hari ini belum bisa diketahui bagaimana permintaan elpiji 12 kg. "Naiknya kan baru hari ini, jadi belum tahu bagaimana perminataanya. Yang jelas kami sebagai pengusaha akan lebih tenang ketika ada kepastian harga," pungkasnya.

Sebelumnya, Pengamat Energi dari ReforMiners Institute Komaidi Notonegoro meminta pemerintah dan Pertamina serius mengantisipasi dampak yang ditimbulkan dari kenaikan harga elpiji 12 kg.

Kenaikan tersebut akan berakibat disparitas harga dengan elpiji 3 kg semakin jauh. Harga elpiji 3 kg yang hanya sekitar Rp4.000 per kg, selisihnya akan semakin lebar.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
21 menit yang lalu
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
29 menit yang lalu
MNC Life, INKOPDIT dan...
MNC Life, INKOPDIT dan PANDAI Kolaborasi Perluas Akses Asuransi Jiwa bagi Anggota Koperasi Kredit
42 menit yang lalu
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
1 jam yang lalu
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
2 jam yang lalu
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
2 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan STY Dipecat...
3 Alasan STY Dipecat Jika Timnas Gagal ke Babak Empat Kualifikasi Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved