Harga Emas Antam Stagnan Selama Tiga Hari
Kamis, 11 September 2014 - 08:54 WIB
Harga Emas Antam Stagnan Selama Tiga Hari
A
A
A
JAKARTA - Harga jual dan beli kembali (buyback) emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) stagnan selama tiga hari perdagangan sejak Selasa (9/9/2014).
Dilansir dari situs resmi Logammulia.com, Kamis (11/9/2014), harga jual emas Antam ukuran 1 gram dibanderol masih pada harga Rp528.000 per gram. Harga buyback emas perseroan juga bertahan di harga Rp471.000 per gram.
Harga jual emas ukuran 2 gram dihargai Rp1.016.000, dengan harga per gram Rp508.000. Adapun, harga emas 3 gram dipatok Rp1.507.000 dengan harga Rp502.000 per gram. Harga emas 4 gram senilai Rp1.996.000 dengan harga per gram Rp499.000.
Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.495.000 dengan harga per gram dihargai Rp499.000. Harga emas 10 gram dijual Rp4.940.000, dengan harga per gram Rp494.000.
Harga emas 25 gram Rp12.275.000 dengan harga per gram Rp491.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp24.500.000, dengan harga per gram Rp490.000.
Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp48.950.000, dengan harga per gram Rp489.500. Harga emas 250 gram mencapai Rp122.250.000, dengan harga per gram Rp489.000. Emas ukuran 500 gram dihargai Rp244.300.000, dengan harga per gram Rp488.600.
Sementara harga emas global diperdagangkan mendekati harga terendah dalam tiga bulan karena dipicu kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) yang akan menaikkan suku bunga di tengah meredanya ketegangan antara Ukraina dan Rusia.
Logam mulia untuk pengiriman segera berada di harga USD1.248,90 per ons pada pukul 09.13 di Singapura dari hari sebelumnya USD1.249,77. Harga emas kemarin telah jatuh ke USD1.243,95, terendah sejak 5 Juni.
"Ekonomi AS tampaknya akan menambah kecepatan dan kebijakan moneter antara AS dan negara-negara lain, USD menguat dan akan menekan emas lebih rendah. Ketegangan geopolitik dapat meningkat dari waktu ke waktu, tetapi tampaknya mereda untuk saat ini," kata analis di CITICS Futures Co Zhu Runyu seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (11/9/2014).
Emas di Comex New York untuk pengiriman Desember naik 0,3% menjadi USD1.249,50 per ons, menghentikan kerugian selama tiga hari setelah sempat terkoreksi ke 1.244,50, merupakan harga terendah sejak 5 Juni 2014.
Dilansir dari situs resmi Logammulia.com, Kamis (11/9/2014), harga jual emas Antam ukuran 1 gram dibanderol masih pada harga Rp528.000 per gram. Harga buyback emas perseroan juga bertahan di harga Rp471.000 per gram.
Harga jual emas ukuran 2 gram dihargai Rp1.016.000, dengan harga per gram Rp508.000. Adapun, harga emas 3 gram dipatok Rp1.507.000 dengan harga Rp502.000 per gram. Harga emas 4 gram senilai Rp1.996.000 dengan harga per gram Rp499.000.
Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.495.000 dengan harga per gram dihargai Rp499.000. Harga emas 10 gram dijual Rp4.940.000, dengan harga per gram Rp494.000.
Harga emas 25 gram Rp12.275.000 dengan harga per gram Rp491.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp24.500.000, dengan harga per gram Rp490.000.
Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp48.950.000, dengan harga per gram Rp489.500. Harga emas 250 gram mencapai Rp122.250.000, dengan harga per gram Rp489.000. Emas ukuran 500 gram dihargai Rp244.300.000, dengan harga per gram Rp488.600.
Sementara harga emas global diperdagangkan mendekati harga terendah dalam tiga bulan karena dipicu kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) yang akan menaikkan suku bunga di tengah meredanya ketegangan antara Ukraina dan Rusia.
Logam mulia untuk pengiriman segera berada di harga USD1.248,90 per ons pada pukul 09.13 di Singapura dari hari sebelumnya USD1.249,77. Harga emas kemarin telah jatuh ke USD1.243,95, terendah sejak 5 Juni.
"Ekonomi AS tampaknya akan menambah kecepatan dan kebijakan moneter antara AS dan negara-negara lain, USD menguat dan akan menekan emas lebih rendah. Ketegangan geopolitik dapat meningkat dari waktu ke waktu, tetapi tampaknya mereda untuk saat ini," kata analis di CITICS Futures Co Zhu Runyu seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (11/9/2014).
Emas di Comex New York untuk pengiriman Desember naik 0,3% menjadi USD1.249,50 per ons, menghentikan kerugian selama tiga hari setelah sempat terkoreksi ke 1.244,50, merupakan harga terendah sejak 5 Juni 2014.
(rna)
Lihat Juga :