Perusahaan BUMN Tak Lakukan Hedging Perlu Dipantau

Rabu, 17 September 2014 - 15:34 WIB
Perusahaan BUMN Tak...
Perusahaan BUMN Tak Lakukan Hedging Perlu Dipantau
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, perusahaan BUMN yang tidak melakukan hedging harus dipantau.

Menurutnya, hal ini terkait besarnya perusahaan yang meminjam valuta asing (valas) dan tidak memiliki penerimaan terhadap valas itu sendiri. (Baca: Pemerintah Tetapkan SOP Hedging Perusahaan BUMN).

"Saya mesti minta info dari departemen terkait tentang besarnya perusahaan yang meminjam valas dan ternyata mereka tidak mempunyai penerimaan terhadap valas. Jadi saya belum tahu persennya berapa," ujarnya di Jakarta, Rabu (17/9/2014).

Agus mengatakan, masing-masing perusahaan BUMN mesti melakukan kajian dan manajemen risiko. Karena mereka harus melakukan lindung nilai.

"Saya merasa dengan melakukan transaksi-transaksi seperti itu, kita harapkan perusahaan-perusahaan tersebut akan lebih sehat," kata dia.

Namun, Agus mengatakan, sekitar 60% dari utang luar negeri yang dilakukan korporasi dan BUMN, tidak dilakukan hedging.

"Kalau tidak melakukan hedging, itu harus dilakukan satu kajian agar tidak berdampak buruk atau tidak terjadi risiko nilai tukar," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Srikandi BUMN Hadirkan...
Srikandi BUMN Hadirkan Lingkungan Kerja yang Inklusif
Kekecewaan Jokowi pada...
Kekecewaan Jokowi pada Sejumlah BUMN Sakit, Direspons DPP Pekat IB dengan Aduan ke KPK
Diskusi Mencari Sosok...
Diskusi Mencari Sosok yang Tepat Membangkitkan BUMN
Garuda Indonesia Raih...
Garuda Indonesia Raih Lima Penghargaan Terbaik Pada Ajang BUMN Branding and Marketing Award 2020
BUMN Dipangkas Jadi...
BUMN Dipangkas Jadi 30, Ini Perusahaan yang Bakal Dimerger
Erick Thohir Bakal Tutup...
Erick Thohir Bakal Tutup 7 Perusahaan BUMN yang Tak Beroperasi
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
25 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
54 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved