Pendapatan Objek Wisata Perhutani Ditarget Rp40 M

Kamis, 18 September 2014 - 08:17 WIB
Pendapatan Objek Wisata...
Pendapatan Objek Wisata Perhutani Ditarget Rp40 M
A A A
BANDUNG - Potensi pariwisata alam di Jawa Barat yang sangat besar terus coba dikembangkan dengan pengelolaan yang dimaksimalkan. Di antaranya dilakukan oleh Perum Perhutani Jawa Barat dan Banten terus mengembangkan potensi objek wisata yang dikelolanya.

General Manager KBM Wisata dan Jasa Lingkungan I Perum Perhutani Jawa Barat Tri Lastono mengatakan, hingga saat ini ada sekitar 35 kawasan wisata yang dikelola Perhutani Jabar dan Banten.

"Di wilayah Jabar sendiri sudah jelas. Tetapi tidak hanya itu, ada juga objek wisata di Jawa Tengah yang kami mengelola," ujarnya kepada wartawan, Rabu (17/9/2014).

Target pendapatan yang diproyeksikan dari objek wisata yang dikelolanya tersebut sebesar Rp 43 miliar. Dimana sekitar Rp 40 miliar diproyeksikan dari objek wisata Jabar dan Banten, sedangkan Rp 3 miliar dari objek wisata Jateng.

"Pendapatan dari sektor wisata masih relatif kecil. Hanya menyumbang sekitar 5%. Pendapatan terbesar Perhutani masih dari hasil kayu, kemudian non kayu seperti gondorukem," katanya.

Realisasi pendapatan dari objek wisata hingga Agustus 2014 baru mencapai 60%. Padahal, idealnya pendapatan hingga semester pertama harus mencapai 63-65%. Meskipun begitu, dia tetap optimis dapat mencapai target karena saat tahun baru objek wisata akan sangat ramai dikunjungi.

"Untuk menarik banyak pengunjung ke objek wisata, Perhutani membuat program paket wisata. Bagi masyarakat yang berkunjung ke Kawah Putih Ciwidey bisa langsung mengunjungi objek wisata lainnya seperti Cimanggu, Patuha dan Ranca Upas dalam satu tiket," tuturnya.

Sejauh ini infrastruktur menuju objek wisata sudah cukup bagus. Namun dia menyesalkan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terlalu tinggi. Sehingga cukup membebankan pihaknya karena berpengaruh terhadap tarif tiket.

"Kami berharap pemerintah memperingan pajak untuk wisata agar tiket mejadi lebih murah," ujarnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bukti Perum Perhutani...
Bukti Perum Perhutani Mengembangkan Digitalisasi dan Inovasi dalam Bisnisnya
Dedikasi Perum Perhutani...
Dedikasi Perum Perhutani dalam Transformasi BUMN Berbuah 2 Penghargaan
Tahun 2020 Perum Perhutani...
Tahun 2020 Perum Perhutani RPH Pangandaran Lakukan Tanam Ganti Benih Jati di 116 Hektare
Eks Dirut Perum Perhutani...
Eks Dirut Perum Perhutani Gabung Partai Perindo dan Siap Nyaleg di Dapil III Jateng
Raih Pengakuan Internasional,...
Raih Pengakuan Internasional, Perhutani Siap Penetrasi Pasar Global
Antisipasi Karhutla,...
Antisipasi Karhutla, Perhutani KPH Surakarta Gandeng Polres Sukoharjo
Berita Terkini
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
5 jam yang lalu
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
6 jam yang lalu
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
7 jam yang lalu
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
8 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
8 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
8 jam yang lalu
Infografis
Pembatasan BBM Subsidi,...
Pembatasan BBM Subsidi, Ojol: Pendapatan Pahit, Pengeluaran Buncit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved