BI: Lebih Baik Harga BBM Dinaikkan Secepatnya
Jum'at, 19 September 2014 - 17:01 WIB
BI: Lebih Baik Harga BBM Dinaikkan Secepatnya
A
A
A
JAKARTA - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara menilai, keputusan menaikkan harga BBM subsidi lebih baik secepatnya.
"Pengurangan subsidi harus, karena kalau enggak akan membebani. Kita mau terjadi inflasi sekarang atau tahun depan. Keputusan menaikkan (BBM subsidi) lebih awal akan lebih baik," terangnya di Sekretariat Ansor, Jakarta, Jumat (19/9/2014).
Menurut Mirza, keputusan untuk menaikkan harga BBM bersubsidi tidak bisa hanya diukur dari tingkat inflasi yang akan terdampak.
Namun, faktor lain yang perlu diperhatikan adalah rencana Bank Sentral AS (The Fed) untuk menaikkan tingkat suku bunganya (Fed Fun Rate).
"Kita ini berkejaran dengan waktu kenaikan suku bunga AS. Bisa di kuartal II atau kuartal III di 2015," imbuh dia.
Selain itu, arus modal yang masuk ke Indonesia saat ini sangat banyak. Semuanya menunggu keputusan pemerintah untuk membenahi struktur neraca impor.
"Keputusan tentang kenaikan BBM bukan hanya karena inflasi. Kalau kita menunda membenahi struktur APBN maka gejolak di pasar keuangan akan semakin berisiko dan semakin keras gejolaknya. Gejolak pasar keuangan pasti akan ke sektor riil kalau didiamkan," paparnya.
Dia mengatakan, gejolak di pasar keuangan tersebut tidak bisa dibiarkan berlanjut.
"Kalau ada kemungkinan kenaikan tingkat suku bunga AS, keputusan naikkan BBM lebih awal akan lebih baik," tandas Mirza.
(Baca: Solusi agar Kenaikan BBM Tak Berdampak pada Inflasi)
"Pengurangan subsidi harus, karena kalau enggak akan membebani. Kita mau terjadi inflasi sekarang atau tahun depan. Keputusan menaikkan (BBM subsidi) lebih awal akan lebih baik," terangnya di Sekretariat Ansor, Jakarta, Jumat (19/9/2014).
Menurut Mirza, keputusan untuk menaikkan harga BBM bersubsidi tidak bisa hanya diukur dari tingkat inflasi yang akan terdampak.
Namun, faktor lain yang perlu diperhatikan adalah rencana Bank Sentral AS (The Fed) untuk menaikkan tingkat suku bunganya (Fed Fun Rate).
"Kita ini berkejaran dengan waktu kenaikan suku bunga AS. Bisa di kuartal II atau kuartal III di 2015," imbuh dia.
Selain itu, arus modal yang masuk ke Indonesia saat ini sangat banyak. Semuanya menunggu keputusan pemerintah untuk membenahi struktur neraca impor.
"Keputusan tentang kenaikan BBM bukan hanya karena inflasi. Kalau kita menunda membenahi struktur APBN maka gejolak di pasar keuangan akan semakin berisiko dan semakin keras gejolaknya. Gejolak pasar keuangan pasti akan ke sektor riil kalau didiamkan," paparnya.
Dia mengatakan, gejolak di pasar keuangan tersebut tidak bisa dibiarkan berlanjut.
"Kalau ada kemungkinan kenaikan tingkat suku bunga AS, keputusan naikkan BBM lebih awal akan lebih baik," tandas Mirza.
(Baca: Solusi agar Kenaikan BBM Tak Berdampak pada Inflasi)
(izz)
Lihat Juga :