KPPU: Bisnis SPBU Terimbas Pembatasan BBM di Tol
Minggu, 21 September 2014 - 16:21 WIB
KPPU: Bisnis SPBU Terimbas Pembatasan BBM di Tol
A
A
A
JAKARTA - Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf menilai, pembatasan penggunaan BBM di jalan tol berimbas pada bisnis SPBU.
Bahkan, dia menilai kebijakan ini diskriminatif kepada para pelaku usaha SPBU di kawasan rest area jalan tol.
"Ini kan dampak dari kebijakan pemerintah terhadap pembatasan BBM di jalan tol.
Pembatasan ini sebenarnya bagus. Bagaimana pengguna kendaraan bermotor terutama di tol tidak menggunakan premium khususnya mobil. Karena rata-rata yang pakai mobil orang kaya," ujarnya saat dihubungi Sindonews, Minggu (21/9/2014).
Menurutnya, hal itu berdampak ke pelaku usaha SPBU. Karena pengguna jalan tol dinilai lebih pintar. Mereka akan membeli di luar jalan tol sehingga waktu perjalanan di jalan tol tidak minum premium.
"Ini diskriminatif ya. Para pelaku usaha SPBU kasihan. Mereka akan merasa seperti dianaktirikan. Kalau pengguna BBM-nya masih bisa switch di mana-dimana di luar jalan tol," ujar dia.
Syarkawi menjelaskan, bahwa bisnis di rest area tersebut bukan hanya SPBU, tapi ada juga tempat-tempat makan, pusat jajanan yang berbisnis di sana dan akan menerima dampak dari sepinya SPBU.
"Kalau tidak ada yang isi bensin di SPBU, terus bagaimana dengan bisnis-bisnis usaha makanan di rest area? Mereka itu saling berhubungan. Kalau SPBU sepi ya dampaknya akan sepi juga restoran-restoran di rest area," tandas dia.
Bahkan, dia menilai kebijakan ini diskriminatif kepada para pelaku usaha SPBU di kawasan rest area jalan tol.
"Ini kan dampak dari kebijakan pemerintah terhadap pembatasan BBM di jalan tol.
Pembatasan ini sebenarnya bagus. Bagaimana pengguna kendaraan bermotor terutama di tol tidak menggunakan premium khususnya mobil. Karena rata-rata yang pakai mobil orang kaya," ujarnya saat dihubungi Sindonews, Minggu (21/9/2014).
Menurutnya, hal itu berdampak ke pelaku usaha SPBU. Karena pengguna jalan tol dinilai lebih pintar. Mereka akan membeli di luar jalan tol sehingga waktu perjalanan di jalan tol tidak minum premium.
"Ini diskriminatif ya. Para pelaku usaha SPBU kasihan. Mereka akan merasa seperti dianaktirikan. Kalau pengguna BBM-nya masih bisa switch di mana-dimana di luar jalan tol," ujar dia.
Syarkawi menjelaskan, bahwa bisnis di rest area tersebut bukan hanya SPBU, tapi ada juga tempat-tempat makan, pusat jajanan yang berbisnis di sana dan akan menerima dampak dari sepinya SPBU.
"Kalau tidak ada yang isi bensin di SPBU, terus bagaimana dengan bisnis-bisnis usaha makanan di rest area? Mereka itu saling berhubungan. Kalau SPBU sepi ya dampaknya akan sepi juga restoran-restoran di rest area," tandas dia.
(izz)
Lihat Juga :