Rupiah Masih Akan Tertekan AS, Eropa dan China

Senin, 22 September 2014 - 10:45 WIB
Rupiah Masih Akan Tertekan...
Rupiah Masih Akan Tertekan AS, Eropa dan China
A A A
JAKARTA - Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah mengatakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) masih akan tertekan oleh kebijakan Bank Sentral AS (The Fed).

Selain itu, rupiah juga terkena imbas atas respon Bank Sentral Eropa (ECB), dan Bank Sentral China (PBOC) dalam mempertahankan perekonomian di masing-masing negara.

"Pelemahan ini imbas keputusan The Fed mengurangi likuiditas global melalui pengurangan sampai tercapai program penghentian stimulus moneter atau quantitative easing (QE) III," katanya dikutip dari laman Setkab, Senin (22/9/2014).

Menurutnya, selain beberapa aspek dalam negeri, dua tekanan yang berlawanan arah dipastikan akan menciptakan ketidakpastian di pasar keuangan. Baik jangka pendek dan menengah terhadap rupiah.

Kedua tekanan itu yaitu keputusan The Fed meneruskan QE III, dan upaya Bank Sentral Eropa bersama Bank Sentral Jepang dan Bank Sentral China mempertahankan dan menambah likuiditas untuk menggairahkan perekonomian di kawasan tersebut.

"Inilah faktor utama yang menyebabkan pelemahan nilai tukar mata uang dihampir mayoritas emerging market," ujarnya.

Dia menyebutkan, pada sesi perdagangan pekan lalu (pekan ketiga 3 September) hampir semua mata uang di negara Asia depresiasi.

Fiarmanzah menjelaskan, keputusan The Federal Open Market Committee (FOMC) terkait tahapan pengakhiran QE-III dan pengakhiran suku bunga murah, dengan melakukan pemangkasan pembelian obligasi yang menyisakan USD25 miliar.

Selain itu ditambah optimisme perkembangan ekonomi AS, mendorong sentimen penguatan USD terhadap mata uang negara-negara lain termasuk rupiah.

Di sisi lain, lanjut guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini, ekonomi besar seperti Eropa, China dan Jepang justru mengalami persoalan likuiditas, mendorong kebijakan menempuh QE.

Bank Sentral Eropa meluncurkan Targeted Long Term Refinancing Operations (TLTROs) dengan memberikan pinjaman murah kepada industri perbankan di kawasan Euro sebesar 400 miliar euro (USD518 miliar).

Sementara, Bank Sentral China mengeluarkan stimulus sebesar USD81 miliar pada lima bank BUMN terbesar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi China.

Untuk Bank of Japan akan mempertahankan stimulus ekonominya untuk menghindari tekanan deflasi yang lebih dalam.

"Kondisi ini dapat menjelaskan prospek perekonomian di ketiga wilayah tersebut masih memerlukan waktu untuk mencapai target pemulihan ekonomi seperti yang diharapkan," jelas dia.

Karena itu, tidak mengherankan jika setidaknya hampir seluruh mata uang di Asia melemah terhadap USD pada sesi perdagangan pekan ketiga September 2014.

Negara-negara yang mengalami pelemahan nilai tukar di antaranya Malaysia, Korea Selatan, Filipina, Jepang, Thailand, Singapura, Taiwan dan Indonesia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
19 menit yang lalu
Begini Hasil Pertemuan...
Begini Hasil Pertemuan Dasco dan Bos Himbara, Dirut BNI: Fundamental Bagus, Tak Perlu Cemas
39 menit yang lalu
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
1 jam yang lalu
Dirut Himbara Dikumpulin...
Dirut Himbara Dikumpulin Dasco Bersama Mensesneg, Bahas Apa?
2 jam yang lalu
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
2 jam yang lalu
555 Angkatan Pertama...
555 Angkatan Pertama PNS Otorita IKN Resmi Dilantik, Basuki: Bangun Ibu Kota Nusantara Tak Gampang
2 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved