Jokowi Disarankan Naikkan Harga BBM Pasca Dilantik
Senin, 22 September 2014 - 18:09 WIB
Jokowi Disarankan Naikkan Harga BBM Pasca Dilantik
A
A
A
JAKARTA - Pengamat Ekonomi Faisal Basri menegaskan, presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) harus menjadikan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi sebagai agenda pertama pasca dilantik 20 Oktober 2014 mendatang.
Menurutnya, produksi minyak Indonesia saat ini terus mengalami penurunan sehingga membuat pemerintah mengimpor minyak untuk kebutuhan rakyatnya.
Sementara mayoritas bahan bakar primadona tersebut masih disubsidi. Ini tentu menjadikan anggaran untuk BBM jadi lebih besar, ketimbang anggaran untuk pendidikan dan pembangunan infrastruktur.
"Produksi turun tapi konsumsi naik. Kita harus impor 741 ribu barel per hari. Lebih besar dari anggaran pendidikan. Subsidi BBM kalah dengan public service," katanya di Pullman Hotel Jakarta, Senin (22/9/2014).
Sebab itu, lanjut dia, agar anggaran pemerintahan baru tidak berat, maka Jokowi harus menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp3.000 per liter. "Agenda pertama setelah dilantik naikkan Rp3 ribu," tukas dia.
Menurutnya, produksi minyak Indonesia saat ini terus mengalami penurunan sehingga membuat pemerintah mengimpor minyak untuk kebutuhan rakyatnya.
Sementara mayoritas bahan bakar primadona tersebut masih disubsidi. Ini tentu menjadikan anggaran untuk BBM jadi lebih besar, ketimbang anggaran untuk pendidikan dan pembangunan infrastruktur.
"Produksi turun tapi konsumsi naik. Kita harus impor 741 ribu barel per hari. Lebih besar dari anggaran pendidikan. Subsidi BBM kalah dengan public service," katanya di Pullman Hotel Jakarta, Senin (22/9/2014).
Sebab itu, lanjut dia, agar anggaran pemerintahan baru tidak berat, maka Jokowi harus menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp3.000 per liter. "Agenda pertama setelah dilantik naikkan Rp3 ribu," tukas dia.
(gpr)
Lihat Juga :