Ekonom Nilai Proyek JSS dan MP3EI Tidak Berguna
Senin, 22 September 2014 - 18:40 WIB
Ekonom Nilai Proyek JSS dan MP3EI Tidak Berguna
A
A
A
JAKARTA - Pengamat ekonomi Faisal Basri menilai, proyek Masterplan Percepatan Pembangunan Perekonomian Indonesia (MP3EI) dan pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) tidak berguna.
Untuk itu, dia meminta agar Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) tidak perlu melanjutkan dua proyek besar tersebut.
"Itu MP3EI cuma kumpulin proyek jadi satu kemudian bagi-bagi proyek besar. Tidak ada MP3EI semua proyek juga tetap jalan. Rekomendasi pemerintah mendatang jangan lanjutkan proyek sesat itu," ujarnya di Pullman Hotel Jakarta, Senin (22/9/2014).
Menurut Faisal, proyek yang digagas pemerintahan SBY tidak menyentuh dan memberdayakan masyarakat Indonesia.
"Proyek MP3EI ini wajib dibatalin. Proyek besar enggak ngurusi petani, masyarakat. Tidak memberdayakan rakyat. Kita kan punya RPJMN. MP3EI ini puncak sesat pikir," jelasnya.
Proyek JSS juga dinilai menyalahi kodrat Indonesia sebagai negara maritim. Sehingga Jokowi diminta tidak meneruskan proyek sesat ini.
"JSS bertentengan dengan kemaritiman. Proyek buat Indonesia tak tertolong dan hanya melanggengkan darat. Idealnya kita berdayakan laut. Tapi, Jokowi secara tidak langsung sudah membatalkan dengan konsep tol laut itu," tegas ekonom asal UI itu.
Bila jadi dibangun, lanjut Faisal, akan terjadi impor gila-gilaan, sedangkan ekspor tidak ada. "Semua dari China proyek Rp200 triliun, besi, baja. Jebol nilai tukar kita," tandasnya.
Untuk itu, dia meminta agar Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) tidak perlu melanjutkan dua proyek besar tersebut.
"Itu MP3EI cuma kumpulin proyek jadi satu kemudian bagi-bagi proyek besar. Tidak ada MP3EI semua proyek juga tetap jalan. Rekomendasi pemerintah mendatang jangan lanjutkan proyek sesat itu," ujarnya di Pullman Hotel Jakarta, Senin (22/9/2014).
Menurut Faisal, proyek yang digagas pemerintahan SBY tidak menyentuh dan memberdayakan masyarakat Indonesia.
"Proyek MP3EI ini wajib dibatalin. Proyek besar enggak ngurusi petani, masyarakat. Tidak memberdayakan rakyat. Kita kan punya RPJMN. MP3EI ini puncak sesat pikir," jelasnya.
Proyek JSS juga dinilai menyalahi kodrat Indonesia sebagai negara maritim. Sehingga Jokowi diminta tidak meneruskan proyek sesat ini.
"JSS bertentengan dengan kemaritiman. Proyek buat Indonesia tak tertolong dan hanya melanggengkan darat. Idealnya kita berdayakan laut. Tapi, Jokowi secara tidak langsung sudah membatalkan dengan konsep tol laut itu," tegas ekonom asal UI itu.
Bila jadi dibangun, lanjut Faisal, akan terjadi impor gila-gilaan, sedangkan ekspor tidak ada. "Semua dari China proyek Rp200 triliun, besi, baja. Jebol nilai tukar kita," tandasnya.
(izz)