Rupiah Dibuka Menguat ke Rp11.987/USD
Selasa, 23 September 2014 - 10:15 WIB
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp11.987/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hari ini dibuka menguat tipis di tengah masih melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp11.987 per USD. Posisi ini menguat 15 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp11.972 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah juga dibuka pada level Rp11.987. Posisi tersebut terapresiasi 6 poin dibanding sebelumnya di level Rp11.993 per USD.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini dibuka pada level Rp11.981 per USD. Posisi tersebut melemah 5 poin dibanding penutupan Senin (22/9/2014) di level Rp11.976 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp11.977 per USD. Posisi ini tersebut mendatar dengan penutupan kemarin di level Rp11.975 per USD.
Research Analyst of Network Market Investor (NMI) Reza Priyambada mengatakan, laju rupiah di awal pekan kembali mampu melanjutkan pergerakan positif. Adanya penilaian terhadap ECB yang tidak perlu untuk menambah stimulus terhadap ekonomi zona Eropa membuat pergerakan euro kembali menguat, sehingga dapat mengimbangi pelemahan yen.
Begitupun dengan laju poundsterling yang juga menguat seiring ekspektasi perbaikan ekonomi Inggris. Laju USD yang masih melemah seiring dengan rilis pertemuan The Fed, yang belum akan menaikkan suku bunga turut membuat laju euro dan poundsterling terapresiasi.
"Keduanya turut memicu terapresiasinya rupiah. Rupiah kembali mencoba mempertahankan kenaikannya dengan memanfaatkan pelemahan laju USD. Diharapkan tren ini dapat terjaga, sehingga rupiah dapat bertahan di zona hijau," kata dia, Selasa (23/9/2014).
Sentimen dari meningkatnya data manufaktur China pada September dibanding bulan sebelumnya dan dari perkiraan analis juga memberi imbas positif terhadap mata uang kawasan, termasuk rupiah.
Sementara IHSG pagi ini kembali melemah dipicu terkoreksinya busar Amerika Serikat (AS), namun di tengah menguatnya bursa Asia. IHSG turun 23,62 poin atau 0,45% ke level 5.196,18.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp11.987 per USD. Posisi ini menguat 15 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp11.972 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah juga dibuka pada level Rp11.987. Posisi tersebut terapresiasi 6 poin dibanding sebelumnya di level Rp11.993 per USD.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini dibuka pada level Rp11.981 per USD. Posisi tersebut melemah 5 poin dibanding penutupan Senin (22/9/2014) di level Rp11.976 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp11.977 per USD. Posisi ini tersebut mendatar dengan penutupan kemarin di level Rp11.975 per USD.
Research Analyst of Network Market Investor (NMI) Reza Priyambada mengatakan, laju rupiah di awal pekan kembali mampu melanjutkan pergerakan positif. Adanya penilaian terhadap ECB yang tidak perlu untuk menambah stimulus terhadap ekonomi zona Eropa membuat pergerakan euro kembali menguat, sehingga dapat mengimbangi pelemahan yen.
Begitupun dengan laju poundsterling yang juga menguat seiring ekspektasi perbaikan ekonomi Inggris. Laju USD yang masih melemah seiring dengan rilis pertemuan The Fed, yang belum akan menaikkan suku bunga turut membuat laju euro dan poundsterling terapresiasi.
"Keduanya turut memicu terapresiasinya rupiah. Rupiah kembali mencoba mempertahankan kenaikannya dengan memanfaatkan pelemahan laju USD. Diharapkan tren ini dapat terjaga, sehingga rupiah dapat bertahan di zona hijau," kata dia, Selasa (23/9/2014).
Sentimen dari meningkatnya data manufaktur China pada September dibanding bulan sebelumnya dan dari perkiraan analis juga memberi imbas positif terhadap mata uang kawasan, termasuk rupiah.
Sementara IHSG pagi ini kembali melemah dipicu terkoreksinya busar Amerika Serikat (AS), namun di tengah menguatnya bursa Asia. IHSG turun 23,62 poin atau 0,45% ke level 5.196,18.
(rna)