Rencana Pengalihan PSO KA Jarak Jauh ke KRL Masih Dibahas

Rabu, 24 September 2014 - 07:05 WIB
Rencana Pengalihan PSO...
Rencana Pengalihan PSO KA Jarak Jauh ke KRL Masih Dibahas
A A A
JAKARTA - Kepala Subdit Humas dan Kerja Sama Luar Negeri, Direktorat Perkeretaapian, Joice Hutajulu mengatakan, rencana pengalihan PSO (public service obligation) angkutan kereta (KA) jarak jauh ke KRL masih akan dibahas.

Hal ini karena usulan pengalokasian anggaran Direktorat Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan belum tuntas di DPR RI.

"Belum final atau masih sebatas wacana. Memang ada potensi penghapusan PSO angkutan kereta jarak jauh ke angkutan kereta KRL. Alasannya, ya tidak signifikan jika dibandingkan dengan pengguna KRL di seluruh wilayah operasi PT KAI," ujarnya, Selasa (23/9/2014).

Menurut Joice, dengan pengalihan PSO dari KA jarak jauh ke kereta KRL justru bisa meningkatkan pelayanan kepada pengguna KRL.

"PSO untuk KRL bisa bertambah. Namun, jangan dilihat dari jumlah penumpang maupun harga tiketnya," katanya.

"Yang perlu diperhatikan dengan PSO KRL kualitas pelayanan juga bertambah. Misalnya, jumlah stasiun bertambah atau frekuensi perjalanan keretanya juga bisa semakin bertambah dari yang ada sekarang," tambah Joice.

Dia menambahkan, tahun ini anggaran PSO mencapai Rp1,2 triliun dan dalam proses adendum mengingat penyerapan anggaran tidak 100%.

"PSO di tahun 2013 saja ada yang sempat dikembalikan karena tidak terserap. Namun, tidak terserapnya anggaran bukan karena keliru perkiraan jumlah penumpang, namun terdapat jumlah perjalanan kereta yang dikurangi karena ada masalah dan sebagainya," jelasnya.

Sebagai informasi PSO terhadap angkutan kereta diberikan untuk kelas ekonomi meliputi kereta jarak jauh, kereta jarak sedang, KRD Ekonomi non jabotabek, KRL Ekonomi, serta kereta ekonomi Lebaran.

Sementara untuk kereta jarak jauh saat ini dioperasikan melalui 11 kereta ke berbagai tujuan di Pulau Jawa.

Adapun wacana mengenai penghapusan PSO kereta jarak jauh untuk dialihkan ke PSO KRL masih menunggu persetujuan DPR dalam pembahasan anggaran APBN 2015.

"Kita masih melihat berapa jumlah PSO yang akan disetujui pada APBN 2015. Jika angkanya tidak sesuai, ada kemungkinan dihapus. Yang jelas kita lihat ketuk palu antara DPR dan pemerintah seperti apa kita masih tunggu," pungkas Joice.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aturan Baru, Kapasitas...
Aturan Baru, Kapasitas Penumpang KRL Commuter Jabodetabek Kini 80 Persen
Pengguna KRL Selama...
Pengguna KRL Selama Semester I/2022 Mencapai 89,9 Juta Penumpang
Tiket KRL Jabodetabek...
Tiket KRL Jabodetabek Berbasis NIK Mulai Diberlakukan pada 2025
Ada SO-6 di Stasiun...
Ada SO-6 di Stasiun Manggarai, Berikut Penyesuaian Jadwal KRL
Pemerintah Tidak Merekomendasikan...
Pemerintah Tidak Merekomendasikan Impor KRL Bekas dari Jepang
Kisah Jalur KRL Jabodetabek,...
Kisah Jalur KRL Jabodetabek, Diawali Rute Tanjung Priok-Jatinegara Pada 1924
Berita Terkini
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
1 jam yang lalu
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
1 jam yang lalu
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
3 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
3 jam yang lalu
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
3 jam yang lalu
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
5 jam yang lalu
Infografis
Biden Izinkan Ukraina...
Biden Izinkan Ukraina Serang Rusia dengan Rudal Jarak Jauh AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved