Pemerintah Yakin Kenaikan BBM Tak Akan Tekan Konsumsi
Rabu, 24 September 2014 - 11:38 WIB
Pemerintah Yakin Kenaikan BBM Tak Akan Tekan Konsumsi
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri menilai, rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada November 2014 tidak akan menekan angka konsumsi BBM subsidi.
"Kalau satu bulan rasanya berdasar pengalaman lalu belum akan turun signifikan," ujarnya di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Rabu (24/9/2014).
Menurutnya, ketika terjadi kenaikan harga, maka volume konsumsi BBM baru akan turun di bulan ke tiga. Sementara pada bulan pertama tidak akan terjadi penurunan.
"BBM volume biasanya mulai turun di bulan ketiga, kalau bulan pertama beberapa kontrak yang sudah dilakukan tetap akan dijalankan," jelasnya.
Sementara, asumsi PT Pertamina (Persero) yang mengatakan bahwa akan ada 6-7 hari Indonesia tanpa BBM bersubsidi di akhir tahun tidak akan banyak memengaruhi kenaikan angka inflasi. "Enggak, enggak gede (kenaikan inflasi)," tukas dia.
Seperti diketahui, beberapa kalangan mendesak Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) untuk menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp3.000 per November 2014.
Hal tersebut dalam rangka mengurangi beban subsidi BBM yang berlebih, serta menekan angka konsumsi agar tidak lebih dari 46 juta kiloliter (kl).
"Kalau satu bulan rasanya berdasar pengalaman lalu belum akan turun signifikan," ujarnya di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Rabu (24/9/2014).
Menurutnya, ketika terjadi kenaikan harga, maka volume konsumsi BBM baru akan turun di bulan ke tiga. Sementara pada bulan pertama tidak akan terjadi penurunan.
"BBM volume biasanya mulai turun di bulan ketiga, kalau bulan pertama beberapa kontrak yang sudah dilakukan tetap akan dijalankan," jelasnya.
Sementara, asumsi PT Pertamina (Persero) yang mengatakan bahwa akan ada 6-7 hari Indonesia tanpa BBM bersubsidi di akhir tahun tidak akan banyak memengaruhi kenaikan angka inflasi. "Enggak, enggak gede (kenaikan inflasi)," tukas dia.
Seperti diketahui, beberapa kalangan mendesak Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) untuk menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp3.000 per November 2014.
Hal tersebut dalam rangka mengurangi beban subsidi BBM yang berlebih, serta menekan angka konsumsi agar tidak lebih dari 46 juta kiloliter (kl).
(izz)
Lihat Juga :