BW Plantation Incar Rp11,11 Triliun dari Rights Issue

Rabu, 24 September 2014 - 12:55 WIB
BW Plantation Incar...
BW Plantation Incar Rp11,11 Triliun dari Rights Issue
A A A
JAKARTA - PT BW Plantation Tbk (BWPT) akan melakukan penawaran umum terbatas (PUT) dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak 27,02 miliar lembar saham, dengan dana yang diincar sebanyak-banyaknya Rp11,11 triliun.

Dalam prospektus yang diterbitkan, Rabu (24/9/2014) dijelaskan bahwa jumlah saham yang akan tawarkan dalam PUT I tersebut sekitar 85,71% dari modal ditempatkan dan disetor setelah PUT I, dengan nominal Rp100 per saham dan harga pelaksanaan Rp390-411 per lembar. Adapun rasio konversi satu saham lama berhak atas enam HMETD.

Pembeli siaga saham tersebut adalah PT Rajawali Capital International, BNI Securities, Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas dan Valbury Asia Securities. Selanjutnya, para pembeli siaga akan menawarkan dan menjual sisa saham itu kepada PT BSR Indonesia, investor domestik maupun asing melalu suatu penawaran terbatas.

Aksi korporasi ini akan dimintai restu kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang akan digelar pada 10 November. Selanjutnya, tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD di pasar reguler dan negosiasi pada 17 November, di pasar tunai pada 20 November.

Sedangkan mulai perdagangan saham tanpa HMETD di pasar reguler dan negosiasi pada 18 November dan di pasar tunai pada 21 November. Sementara tanggal pencatatan pada 20 November, distribusi pada 21 November dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 24 November 2014.

Adapun dana hasil rights issue, sedianya akan digunakan untuk akuisisi Grup Green Eagle sebesar Rp10,53 triliun dan sisanya untuk modal kerja perusahaan.

Terkait rencana akuisisi, perseroan bersama dengan Green Eagle Palm Ltd, yang merupakan perusahaan afiliasi PT Rajawali Corpora menandatangani Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) pada 22 September 2014 untuk mengakuisisi 100% saham di perusahaan Green Eagle Holding Pte Ltd (GEH).

Penyelesaian transaksi ini tergantung penyelesaian dari prasyarat dalam perjanjian. GEH merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pengolahan kelapa sawit menjadi minyak sawit (CPO) dan inti sawit, perkebunan.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan...
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan Terbesar PLN
Dipolisikan, PT Darmi...
Dipolisikan, PT Darmi Bersaudara Tbk Nilai Ada Upaya Kriminalisasi
Beri Cek Kosong, Dirut...
Beri Cek Kosong, Dirut PT Darmi Bersaudara Tbk Dipolisikan
Pemkab Terima Bantuan...
Pemkab Terima Bantuan Tabung Oksigen dari PT Timah Tbk
MNC Land Ganti Nama...
MNC Land Ganti Nama Jadi PT MNC Tourism Indonesia Tbk
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Catat Laba Bersih Rp101,3 Miliar
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
27 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
42 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved